Novel Protes Adanya Bukti Palsu dari Polri

Achmad Zulfikar Fazli    •    05 Juni 2015 11:05 WIB
novel baswedan
Novel Protes Adanya Bukti Palsu dari Polri
Penyidik KPK Novel Baswedan--Ant/Bima Sakti

Metrotvnews.com, Jakarta: Novel Baswedan akan kembali mengajukan sejumlah barang bukti baru untuk menyangkal pembuktian yang diserahkan Polri. Sebab, Novel melihat ada keganjalan terhadap bukti yang diberikan Polri, yakni surat palsu.

"Ada surat palsu, saya akan membuktikan nanti, karena saya melihat ada bukti palsu seolah-olah saya pernah ditahan tujuh hari," kata Novel dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).

Novel punya bukti dirinya tidak pernah ditahan. "Saya ada buktinya bahwa itu palsu," tambah dia.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini pun meminta hakim tunggal Suhaeri, agar bukti yang diserahkannya tersebut dapat diperlihatkan kepada termohon yakni kuasa hukum Polri.

"Saya akan menyampaikan proses pemeriksaan ini selesai. Saya ingin nanti bukti ini diperlihatkan kepada termohon dan harus diklarifikasi bukti bohong itu," kata dia.

Novel mengajukan praperadilan terhadap Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait pengkapan dan penahanan dirinya. Permohonan praperadilan beregister Nomor Perkara 37/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL ini meminta majelis hakim agar menyatakan penangkapan dan penahanan atas Novel Baswedan tidak sah.

Sebelumnya, Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(TII)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /