Ini Daerah Penentu Swasembada Pangan Indonesia

Ade Hapsari Lestarini    •    06 Juni 2015 18:21 WIB
pangan
Ini Daerah Penentu Swasembada Pangan Indonesia
Mentan Amran saat berada di Wajo, Sulsel. FOTO: Dokumentasi Kementan

Metrotvnews.com, Wajo: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tercapainya swasembada pangan di Indonesia ditentukan oleh produksi beberapa daerah penghasil padi.

"Bila produksi di Jawa Timur, Lampung, Medan dan Sulawesi Selatan (Sulsel) aman, selesai sudah masalah pangan di Indonesia," ujar Mentan Amran di Wajo, Sulsel, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (6/6/2014).

Mentan menjelaskan, karena merupakan salah satu penghasil padi terbesar, bantuan untuk Sulsel naik menjadi Rp2,5 triliun, irigasi 230 ribu hektare (ha) yang baru terealisasi 30 persen.

"Kenapa anggaran naik? Secara tradisional Sulsel beri makan dan tidak ada yang lain untuk wilawah sini. Memang produsen terbesar masih di Jawa," ujar Mentan.

Mentan berharap daerah-daerah lain dapat meniru Sulsel dalam hal semangat meningkatkan produksi pertaniannya. karena bila terbukti mampu menaikkan produksinya, Mentan berjanji akan menambah anggaran untuk daerah tersebut.

"Indramayu sampai nangis karena anggarannya Rp800 miliar. Tidak capai target produksi 100 ribu ton, lebih baik dicabut saja anggarannya. Tapi Alhamdulillah produksi naik," ungkap Mentan.

Seperti janji Amran, pemerintah pusat akan mencabut anggaran pertanian bagi daerah-daerah yang tidak mencapai target produksi. Di sisi lain, daerah yang melebihi target produksi akan mendapat tambahan anggaran.

Sejauh ini, sudah ada 26 kabupaten yang akan disetop aggarannya pada 2016, karena produksi di sektor pertanian tahun ini tidak sesuai target. Pihaknya akan menyurati pada kepala daerah, gubernur dan bupati untuk mendapatkan pemberitahuan bahwa daerahnya sudah tidak digelontori anggaran.

"Berhubung target produksi di sektor tani tidak tercapai di beberapa daerah, kami mohon maaf ada 26 (daerah) yang kami stop anggarannya. Semoga surat kami sudah tiba yang tidak capai target bahkan di bawah tahun lalu. Saya kira lebih adil jika tidak mendapat anggaran 2016 dan kemungkinan nol. Kami sudah laporkan ke komisi IV DPR dan Bapak Presiden," ujarnya.

Amran menambahkan, alokasi dana bagi yang tidak mencapai target, akan digeser ke wilayah-wilayah yang produksinya baik atau melebihi target.

"Anggaran kami alihkan ke daerah yang capaian pangannya baik atau lebih tinggi. Ini untuk memotivasi daerah tersebut juga untuk meningkatkan panen setiap periodenya menjadi semakin baik," pungkas Mentan.


(AHL)

Video /