Waria Ini Ciptakan Gaun dari Kumpulan Boneka Kawat Besi

Patricia Vicka    •    07 Juni 2015 00:01 WIB
seni
Waria Ini Ciptakan Gaun dari Kumpulan Boneka Kawat Besi
Gaun dari kawat besi ciptaan Tamara. Foto: Metrotvnews.com/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Perhelatan Jogja Art Week (JAW) Artwork Show case sebentar lagi akan diselenggarakan. Dalam acara ini, semua warga boleh berpartisipasi memamerkan karya seninya. Ada 45 karya seni yang akan dipamerkan dalam acara yang berlangsung pada 9-27 Juni 2015.

Salah satu perserta yang berpartisipasi adalah seorang waria bernama Tamara. Waria berusia 25 tahun ini akan memamerkan karyanya yang cukup unik bertema We Are all Human.

Karya Tamara adalah sebuah gaun yang terbuat dari kawat besi. Gaun tersebut dihiasi ratusan boneka orang yang juga terbuat dari kawat besi. Uniknya, boneka besi ini dibuat tak sama.

"Saya buat boneka besi beragam ukuran bentuk. Ini disesuaikan dengan manusia yang berbeda-beda. Ada yang kepalanya besar dan ada yang tangannya panjang sebelah," tuturnya pada Metrotvnews.com di UGM Yogyakarta, Sabtu (6/6/2015).

Boneka kawat besi ini dipasang dari bawah hingga atas gaun seperti orang sedang memanjat sebuah menara. Di bagian bawah, boneka lebih banyak jumlahnya.

"Saya sengaja meletakkan boneka seperti orang memanjat. Ini melambangkan orang-orang yang sedang memanjat sesuatu, entah itu kekuasaan atau jabatan atau uang. Gaun dilambangkan sebagai jalan untuk mencapai hal itu," jelasnya.

Tamara menginterpretasikan karya seni sebagai sebuah kebebasan. Setiap orang bebas memilih jalan man pun, apa pun jenis kelaminnya, usianya, atau status sosialnya. "Jadi, kita semua sama-sama manusia yang berhak mendapatkan semuanya," jelas waria bertubuh semampai ini.

Gaun di bagian atas sengaja dibuat bolong karena ingin memberi pesan ada ruang hampa sesudah orang mencapai puncak kekuasaan.

"Saya mau memberi pesan bahwa manusia harus saling membantu agar bisa mencapai kekuasaan. Jika dia egois dan ingin menang sendiri, tidak ada kebahagian yang ia dapat. Karena di setiap kekuasaan itu ada kekosongan," pungkas Tamara.

Untuk dapat menghasilkan karya seni unik ini, ia membutuhkan waktu sebulan dan material kawat seberat 33 kilogram. Sedangkan membuat gaun, dibutuhkan kawat besi sepanjang empat meter. Hasil karyanya akan dipamerkan di Gedung PKKH, UGM Yogyakarta, selama hampir sebulan.
 


(UWA)