Laju Rupiah Masih Rapuh

Dian Ihsan Siregar    •    08 Juni 2015 07:59 WIB
kurs rupiah
Laju Rupiah Masih Rapuh
Ilustrasi mata uang rupiah -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Laju Rupiah terhadap dolar AS (USD) di akhir pekan kemarin makin terperosok ke zona merah, seiring makin dalamnya pelemahan laju Euro setelah terimbas ekspektasi negatif gagalnya Yunani dalam memenuhi pembayaran utang jatuh temponya pada 5 Juni waktu setempat.

"Rupiah makin lemah terhadap USD, dampak dari Euro laju Rupiah ke zona merah," ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Senin (8/6/2015).

Di sisi lain, menurut Reza, rilis berkurangnya challenger job cuts dan initial jobless claims AS memang tidak direspons positif bursa sahamnya. Tapi bagi USD direspons positif dan membuat nilainya mengalami kenaikan.

"Akibatnya Rupiah pun ikut terimbas melemah. Sebelumnya, kami sampaikan penguatan masih sementara sehingga membuat laju Rupiah rapuh dan mudah terjadi pelemahan," ungkap dia.

Dengan demikian terdapat kemungkinan tren pelemahan dapat berlanjut. Untuk itu, Reza berharap, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan (jika ada).

Laju Rupiah di bawah level support Rp13.252 per USD. Lanjut dia, berat untuk Rupiah sementara ini mampu berbalik positif kecuali ada sentimen yang bagus untuk pembalikan arah Rupiah.

Sepanjang belum ada sentimen positif maka nilai Rupiah pun masih berpotensi melanjutkan pelemahannya. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan (jika ada). "Dalam satu hari ini laju Rupiah akan berada di level Rp13.292-Rp13.280 per USD (kurs tengah BI)," pungkas Reza.


(AHL)


Video /