Pacu Industri Strategis, 7 Produsen Telekomunikasi Beroperasi

Husen Miftahudin    •    09 Juni 2015 14:16 WIB
telekomunikasiinvestasi hijau
Pacu Industri Strategis, 7 Produsen Telekomunikasi Beroperasi
Ilustrasi teknologi dan informasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin mengatakan road map pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menargetkan kemandirian produksi perangkat keras dan konten. Ia menjelaskan, sejak lima tahun terakhir dari 2011 hingga 2015, pihaknya terus memacu industri manufaktur dan komponen perangkat TIK yang mendukung pembangunan infrastruktur TIK.

"Hingga saat ini, sudah ada tujuh pelaku usaha yang telah mendirikan industrinya di dalam negeri dan tiga pelaku usaha juga sedang mempersiapkan pendirian industrinya," ujar Saleh, dalam Indonesia Green Infrastructure Summit 2015, di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).

Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembangnya industri TIK nasional. Kemenperin sendiri telah menetapkan program Quick Win yang juga mencanangkan terbangunnya lima pusat industri berbasis TIK di Jawa-Bali, Sumatera, dan Sulawesi.

"Pembangunan pusat-pusat tersebut disarankan dapat menggunakan green technology atau low carbon technology," papar Saleh.

Dipacunya industri strategis ini, lanjut dia, lantaran Indonesia berkelit dari tingkat impor yang masih jauh lebih tinggi dibanding ekspor. Oleh karena itu pihaknya mendorong TIK, Perangkat Lunak dan Konten Multimedia.

"Salah satunya dengan mewajibkan importir untuk mendirikan industrinya di dalam negeri dengan jangka waktu paling lama tiga tahun," tegas Saleh.

Pada fase berikutnya, 2016-2020, sasarannya ialah industri manufaktur dan komponen perangkat TIK dalam negeri mampu memenuhi pasar domestik dan menjadi basis produksi untuk pasar regional dan berkembangnya peran industri konten dan aplikasi di dalam negeri dan regional.

"Selanjutnya, mulai 2021 sampai 2025, produk animasi, konten dan aplikasi dipacu agar berdaya saing tinggi di pasar global dan industri manufaktur dan komponen perangkat TIK nasional telah mampu bersaing di pasar ekspor," ungkap dia.

Saleh menekankan, investasi hijau di bidang transportasi dan TIK sangat dibutuhkan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur hijau di Indonesia. "Untuk itu, diperlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak," pungkas Saleh.


(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /