Ketukan Palu Artidjo, 'Horor' Bagi Koruptor

Krisiandi    •    09 Juni 2015 14:24 WIB
anas urbaningrum
Ketukan Palu Artidjo, 'Horor' Bagi Koruptor
Artidjo Alkostar. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: "Ini gila," kata pengacara Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso usai mendengar informasi soal vonis kliennya di tingkat kasasi, kemarin.

Anas divonis 14 tahun penjara, bertambah dua kali lipat dari putusan Pengadilan Tinggi di tingkat banding. Anas juga diwajibkan membayar denda Rp5 miliar subsider 16 bulan kurungan. Bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu juga harus membayar uang pengganti senilai Rp57,5 miliar atau penjara selama empat tahun.

Anas mungkin tak beruntung. Kasasi yang diharapkan bisa meringankan hukuman justru malah bertambah berat.

Anas lebih tak beruntung karena ajuan kasasinya ditangani Artidjo Alkostar, nama yang menakutkan bagi para koruptor. Artidjo jadi ketua majelis hakim dalam kasasi Anas. Dia didampingi dua hakim anggota, S Lumme dan Krisna Harahap.

Artidjo dikenal tanpa tedeng aling-aling saat menjatuhkan vonis bagi terpidana kasus korupsi yang mengajukan kasasi. Bekas politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh merasakan ketegasan Artidjo. Hukuman empat tahun penjara di Pengadilan Tipikor disambut senyum Angie, sapaan akrab Puteri Indonesia 2001 itu.

Namun di tingkat kasasi, Artidjo mengganjarnya dengan 12 tahun penjara. Majelis hakim juga menghukum agar Angie mengembalikan uang negara senilai Rp12,5 miliar dan USD2,3 juta.

Hukuman maksimal. Itu yang disasar Artidjo. Selain Angie, Djoko Susilo, bekas Kepala Korps Lalu Lintas Polri juga merasakan 'sadis'nya Artidjo yang menangani kasasinya. Artidjo tak mengubah putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menghukum jenderal polisi bintang dua itu dengan 18 tahun penjara. Djoko juga dicabut hak politiknya.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq juga merasakan dinginnya palu Artidjo. Hukuman yang asalnya 16 tahun ditambah dua tahun jadi 18 tahun. Sama seperti Anas dan Djoko, Luthfi juga tak boleh berpolitik.

Lalu Labora Sitorus yang oleh pengadilan tingkat pertama divonis dua tahun, ditambah jadi 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan.

Pria kelahiran Situbondo, 22 Mei 1949 ini pernah menyoroti soal perilaku korup para politikus. "Pemegang kepentingan politik biasanya ketagihan untuk tidak melepaskan, untuk mempertahankan kekuasaan, penguasa biasanya mengukur basis kader pendukung, fisik, money politik, dukungan strategi, dan spiritual," kata Ketua Muda Kamar Pidana MA ini seperti dikutip Anas Urbaningrum saat membela diri di Pangadilan Tipikor Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis 18 September 2014 sore. Ironisnya, Anas justru dihukum oleh Artidjo karena terbukti korupsi dan mencuci uang hasil kejahatannya. 


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /