Soal Praperadikan Novel, Kabiro Hukum Polri: Hakim Sudah Putuskan

Deny Irwanto    •    09 Juni 2015 21:20 WIB
novel baswedan
Soal Praperadikan Novel, Kabiro Hukum Polri: Hakim Sudah Putuskan
Suasana sidang praperadilan Novel Baswedan, Selasa (9/6/2015). Foto: Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kubu Polri sebagai termohon dalam sidang praperadilan Novel Baswedan enggan menanggapi putusan hakim yang menolak gugatan penyidik senior KPK itu.

Kepala Biro Hukum Divisi Hukum Polri Brigjen Pol Ricky HP Sitohang mengatakan Polri tak besar kepala pascaputusan yang menguntungkan pihaknya itu. Dia menuturkan langkah praperadilan merupakan hak pemohon sebagai upaya hukum, namun putusan akhir ada pada hakim.

"Kami tidak dalam posisi menilai, tapi fakta bukti dan teknis sudah kita sampaikan dan sudah sama-sama kita dengarkan dari hakim yang mulia. Pemohon memang punya hak tapi hakim yang memutuskan," kata Ricky usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (9/6/2015).

Seperti diketahui, pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan atas penangkapan dan penahanan dirinya oleh Polri.

"Menyatakan menolak peradilan pemohon Novel untuk seluruhnya, menyatakan sah penangkapan oleh termohon terhadap pemohon yaitu Novel, menyatakan sah penahanan yang dilakukan termohon pada pemohon, membebankan biaya perkara pada pemohon," kata hakim tunggal Zuhairi dalam persidangan.

Praperadilan diajukan Novel terkait pengkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Permohonan praperadilan beregister perkara Nomor Perkara 37/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL. ini meminta majelis hakim agar menyatakan penangkapan dan penahanan atas Novel Baswedan tidak sah.

Sebelumnya, Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

22 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /