Sutiyoso Calon Kepala BIN

Pengamat: Semoga Sutiyoso Tak Menjadikan BIN Mundur

Wandi Yusuf    •    10 Juni 2015 16:22 WIB
bin
Pengamat: Semoga Sutiyoso Tak Menjadikan BIN Mundur
Letjen Purn Sutiyoso--Antara/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati kaget dengan penunjukkan Ketua Umum PKPI Sutiyoso sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Mantan anggota Komisi I DPR itu menilai Sutiyoso sudah terlalu tua untuk menduduki kursi Kepala BIN.

"Sepuuuhhhh," ujar Nuning, panggilan Susaningtyas, saat Metrotvnews.com meminta komentar, Rabu (10/6/2015).

Menurut penulis buku "Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan" ini, intelijen adalah mata dan telinga Presiden. Dibutuhkan sosok yang cocok dengan presiden dan menjiwai visi-misi yang diemban pemerintah yang dipimpinnya.

"Terpilihnya Sutiyoso sebagai Kepala BIN semoga tak menjadikan BIN mundur dalam early warning system. Sutiyoso sendiri sudah lama tak dalam sistem, semoga saja dirinya masih memiliki kepekaan sebagai seorang perwira intel," jelasnya.

Di era kepemimpinan Sutiyoso, ia berharap BIN memperkuat penanganan potensi gangguan, ancaman faktual, gangguan nyata, dan ambang gangguan. "Harus benar-benar dilaksanakan secara serius dan profesional," tegasnya.

Nuning juga berharap penguatan kapasitas dan kapabilitas intelijen ke depan harus dilengkapi dengan pelatihan dan pendidikan. Pasalnya, menurut dia, kian ke depan sistem keamanan dan pertahanan negara kian luas dan makin kompetitif.

"Jadi, bukan semata hanya terkait soal intel, intai, dan tempur (taipur), tapi juga mengedepankan intel proxy dan juga cyber," jelasnya.

Menurutnya, kepala BIN ke depan tantangannya lebih berat, terutama adanya ancaman terorisme dan separatisme yang semakin besar. "Apalagi dengan semakin terbukanya kita pada masuknya pengaruh asing melalui cyber," ujarnya.

Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menginformasikan sesuai amanat Undang Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, khususnya Pasal 36, Presiden Joko Widodo telah mengirim surat untuk meminta pertimbangan DPR atas pencalonan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Selasa (9/6).

"Dalam catatan Presiden, pengalaman Sutiyoso di ketentaraan, intelijen dan sipil akan sangat membantu penugasan barunya sebagai Kepala BIN, terutama dalam deteksi dini adanya ancaman terhadap stabilitas keamanan," kata Teten dalam siaran persnya.

Teten mengatakan menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan aparat intelijen yang profesional dan bekerja dengan cara-cara modern sesuai lingkup undang-undang.

Selain pernah menjabat sebagai Gubernur DKI selama dua periode, Sutiyoso juga pernah menjadi Danrem Bogor (terbaik), Kasdam Jaya, dan Pangdam Jaya. "Dengan pengalaman yang lengkap itu, Presiden berharap kualitas intelijen kita semakin maju," ujar Teten.


(YDH)

Cancelo Segera Berseragam Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Cancelo Segera Berseragam Inter Milan

4 hours Ago

Joao Cancelo akan segera menandatangani kontrak bersama Inter Milan. Itu terjadi setelah dia lo…

BERITA LAINNYA
Video /