WIKA Raih Proyek Bendungan Passeloreng Rp701,47 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    10 Juni 2015 16:37 WIB
wijaya karya
WIKA Raih Proyek Bendungan Passeloreng Rp701,47 Miliar
Ilustrasi bendungan air. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama PT Bumi Karsa telah berhasil mendapatkan proyek bendungan sebesar Rp 701,47 miliar. Proyek ini merupakan bendungan Passeloreng, Wajo, Sulawesi Selatan.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Suradi, mengatakan konsorsium WIKA-Bumi Karsa sudah melakukan penandatangangan Surat Perjanjian Pembangunan Bendungan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada awal Juni lalu. Rencananya proyek ini akan berlangsung selama 60 bulan kalender dihitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak.

"Lingkup utama pekerjaan pada proyek bendungan tersebut meliputi persiapan, pembangunan pengelak sungai, bendungan utama dan bendungan pelana. Kemudian pekerjaan bangunan pelimpah, bangunan pengambilan dan pengeluaran, hidromekanikal dan listrik, jalan layanan serta pekerjaan rumah OP & pelengkap," kata Suradi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2015).

Pembangunan bendungan Passeloreng merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daya air di Sulawesi Selatan. Bangunan tersebut nantinya akan berdiri di atas lahan seluas 169 kilometer persegi dengan luas genangan waduk sekitar 2.500 hektare (ha), panjang 309,57 meter, tinggi 44,50 meter, dan lebar 10 meter.

Bendungan yang berada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan ini didesain untuk menyediakan tampungan khusus sebesar 138 juta meter kubik dan merupakan infrastruktur pengairan yang bermanfaat untuk mengairi areal persawahan seluas 7.000 ha

Di sisi lain, perseroan juga baru melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) Pembangunan Lanjutan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Makassar. Aksi korporasi tersebut merupakan tindak lanjut atas ditunjuknya WIKA sebagai pemenang Pelelangan Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Lanjutan Balai Diklat BPK RI Makassar, sesuai surat bernomor: 4/SPPBJ/PPK/PPSPA/BPK/05/2015 pada 13 Mei 2015.

Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangananan perjanjian pekerjaan konstruksi antara General Manager Departemen Bangunan Gedung WIKA, Novel Arsyad dengan Martuama Saragi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Aparatur BPK atas nama Program Peningkatan Sarana dan Prasarana pada 15 Mei 2015 di Jakarta.

Proyek ini akan berlangsung selama 231 hari kalender kerja dihitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak. Lingkup utama pekerjaan pada proyek ini meliputi: pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal & elektrikal serta lanskap. Proyek Pembangunan Lanjutan Balai Diklat BPK Makassar bernilai Rp81,9 miliar ini terdiri atas dua gedung yang berdampingan.

Gedung pertama terdiri atas enam lantai dan akan digunakan untuk fasilitas pendidikan dan pelatihan para auditur BPK se-Wilayah Indonesia Timur. Sementara gedung kedua terdiri atas empat lantai yang akan digunakan untuk fasilitas asrama dan peserta diklat.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /