Angeline Lahir dari Keluarga Miskin, Diangkat Anak, Lalu Dibunuh

Arnoldus Dhae    •    10 Juni 2015 18:25 WIB
penemuan jenazah angeline
Angeline Lahir dari Keluarga Miskin, Diangkat Anak, Lalu Dibunuh
Relawan saat membantu pencarian Angeline di Bali, Ant/ Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Denpasar: Bagai sinetron. Mungkin kalimat itu muncul setelah mengetahui bagaimana kehidupan Angeline, bocah usia 8 tahun yang dilaporkan hilang namun ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Mirisnya, faktor warisan diduga sebagai penyebab kematian bocah malang itu.

Delapan tahun lalu, seorang bocah mungil lahir dari buah cinta Rosidi dan Hamida. Suami istri asal Banywangi, Jawa Timur, itu senang menyambut kedatangan sang buah hati. Namun, mereka juga sedih lantaran tak memiliki uang sedikit pun untuk membiayai kebutuhan hidup bayi mungil tersebut.

Kemudian, seorang kerabat mengenalkan Rosidi dan Hamida dengan pasangan suami istri yang bertempat tinggal di Denpasar, Bali. Demi masa depan sang buah hati, Hamida pun mengikhlaskan pasangan itu, Margaret dan suaminya yang berkewarganegaraan asing, untuk mengangkat bayi mungil itu sebagai anak.

Tak mudah bagi Hamida melepas bayi mungilnya. Apalagi, sang bayi masih berusia tiga hari.

Oleh Margaret, bayi itu diberi nama Angeline. Margaret dan suaminya membesarkan Angeline bersama dua anak mereka, yaitu Kristin dan Ivone.

Angeline tumbuh menjadi gadis cantik di rumah Margaret di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Rambutnya panjang sebahu.

Namun, menurut Agus yang bekerja di rumah Margaret, majikannya itu kerap memarahi Angeline. Angeline juga memiliki tugas khusus dari ibu angkatnya, yaitu memberi makan ayam-ayam sebelum berangkat ke sekolah.

"Agus mengatakan ibu angkat Angeline seringkali memukul Angeline," kata  aktivis perlindungan perempuan dan anak di Bali, Siti Supura, Rabu (10/6/2015).

Agus juga mengaku mendengar Margaret memanggil Angeline pada 16 Mei 2015. Selang 10 menit kemudian, Margaret berteriak menyebut-nyebut nama Angeline. Suaranya seperti meratapi sebuah penyesalan yang luar biasa.

"Diduga kuat Angeline mati saat itu setelah disiksa dan dibunuh," ujarnya.

Sekira pukul 19.00 WIB, Margaret memanggil Agus. Ibu dua anak itu meminta Agus menguburkan Angeline di belakang rumahnya, dekat kandang ayam.

Pengakuan Agus itu sesuai dengan hasil pencarian polisi. Kurang lebih tiga pekan setelah kejadian, atau Rabu 10 Juni, polisi menemukan sebuah gundukan tanah di belakang kandang ayam di rumah Margaret.

Setelah digali, polisi menemukan plastik dan selimut yang membungkus tubuh Angeline. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tertelungkup dengan memeluk sebuah boneka.

Sebuah kabar menyebutkan Angeline dibunuh lantaran ia mendapat warisan dari ayah angkatnya yang meninggal beberapa waktu lalu. Bahkan, namanya tercantum dalam surat wasiat.

Namun polisi enggan mengomentari kabar tersebut. Yang jelas, Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie menduga kematian Angeline melibatkan orang-orang terdekatnya.

"Semua yang ada di rumah, orang yang berkaitan dengan Angeline harus kami dengar keterangannya," kata Kapolda.

Hingga berita ini dimuat, Hamida sudah mendatangi ruang jenazah RSUP Sanglah untuk menemui putrinya. Ia datang bersama saudaranya. Ia tak mampu menyembunyikan duka atas kematian gadis yang dilahirkan delapan tahun silam.

Sementara ayah kandung Angeline sudah bercerai dari Hamida. Ia sudah menikah lagi dan tinggal di Banjar Tembau, Jl Sanggalangit No 7. Sementara Hamida juga sudah menikah lagi dan tinggal di Jl Poh Gading 10 X Jimbaran.


(RRN)

Spurs Hadapi Juventus di Babak 16-Besar, Pochettino Kalem
Hasil Undian Liga Champions

Spurs Hadapi Juventus di Babak 16-Besar, Pochettino Kalem

1 hour Ago

Pelatih Tottenham Mauricio Pochettino tak khawatir mendapat lawan sekelas Juventus. Sebab, ia p…

BERITA LAINNYA
Video /