KPK Persilakan Ilham Arief Kembali Ajukan Praperadilan

Yogi Bayu Aji    •    10 Juni 2015 19:28 WIB
kasus korupsi
KPK Persilakan Ilham Arief Kembali Ajukan Praperadilan
Johan Budi. Foto: Reno Esnir/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK kembali menetapkan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sebagai tersangka. Lembaga antikorupsi itu tak mempermasalahkan bila Ilham mengajukan praperadilan.

"Kalau misalkan praperadilan lagi kita hormati. Hak dia," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2015).

Namun, Johan tak mau banyak bicara soal strategi hukum KPK apabila Ilham kembali mengajukan permohonan praperadilan. Yang pasti, kata dia, KPK siap menjalani.

"Tentu hakim meskipun putusannya tak sejalan dengan KPK, kita hormati proses hukum," lanjut dia.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Ilham sebagai tersangka pada 7 Mei 2014 atau sehari sebelum lengser sebagai Wali Kota Makassar pada 8 Mei 2014. Dia terjerat dalam kasus tindak pidana korupsi kerja sama rehabiliasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.

Ilham Arief disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. Dia dapat dikani ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

Ilham kemudian pengajukan praperadilan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan Ilham Arief pada 12 Mei lalu. Hakim Tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati menyatakan penetapan tersangka terhadap Ilham oleh KPK tidak sah.

Menurut hakim, bukti-bukti yang diajukan KPK hanya berupa fotokopi tanpa bisa menunjukkan aslinya. KPK dianggap menetapkan Ilham sebagai tersangka sebelum ada dua bukti permulaan yang cukup.

KPK, hari ini, resmi menerbitkan kembali surat perintah penyidikan (sprindik) terhadap Ilham Arief Sirajuddin. Dia kembali menjadi tersangka di KPK.

Johan memastikan, penerbitan sprindik baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu ada dalam putusan Mahkamah Konstitusi terhadap uji materi Pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengenai objek praperadilan.

"Di sana disebutkan penegak hukum dalam hal ini KPK bisa mengulangi proses yang sama seperti di halaman 106 (putusan MK). Penyidik bisa keluarkan sprindik baru," pungkas dia.


(KRI)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

10 hours Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /