Kasus Angeline Bisa Dicegah kalau Lingkungan Peduli

Sidharta Arya Agung    •    11 Juni 2015 12:46 WIB
penemuan jenazah angeline
<i>Kasus Angeline Bisa Dicegah kalau Lingkungan Peduli</i>
Jasad Angeline dibawa polisi.ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus Angeline sejatinya bisa dicegah andai lingkungan, terutama masyarakat sekitar, lebih peduli. Masyarakat bisa menjadi benteng terjadinya hal-hal buruk.

Kriminolog Universitas Indonesia Yogo Tri Hendiarto, Kamis (11/6/2015), meyakini kasus Angeline melibatkan orang-orang terdekat. Korban dan Angeline berinteraksi.

Yogo mengatakan, anak-anak kerap menjadi korban atas kekerasan yang dilakukan orang dewasa. Celakanya, pada kasus ini, orang-orang dewasa di lingkaran Angeline yang melakukan kejahatan terhadap bocah 8 tahun itu.

Angeline dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya, Margaret, pada 16 Mei 2015. Margaret menyebut murid SD Negeri Sanur itu tiba-tiba raib ketika sedang main di depan rumah.


Berbagai pihak sibuk mencari Angeline.ANT/Fikri Yusuf

Hampir 1,5 bulan dicari, Angeline akhirnya ditemukan, tapi sudah tak bernyawa. Jasadnya dikubur di bawah kandang ayam di halaman belakang rumah Margaret, Rabu 10 Mei.

Belakangan diketahui, sepekan sebelum dibunuh, bocah berambut sebahu ternyata mengalami kekerasan seksual. Agus, pelakunya. Pembantu di rumah Margaret itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bisa jadi tersangka bukan cuma Agus. Kasus ini kini terus didalami kepolisian Bali.


Polisi berjaga di rumah Margaret.ANT/Fikri Yusuf


(ICH)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

1 day Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /