Pemerintah Kucuri Investor Insentif Pacu Pertumbuhan Investasi

Suci Sedya Utami    •    11 Juni 2015 19:16 WIB
investasi
Pemerintah Kucuri Investor Insentif Pacu Pertumbuhan Investasi
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah akan lebih mengandalkan investasi. Hal ini dilakukan lantaran tingkat konsumsi tengah mengalami penurunan dan melemahnya kinerja ekspor.

Selain itu, lanjut Bambang, untuk mendorong peningkatan investasi, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2015 tentang Tax Allowance, atau keringanan pajak yang diberikan untuk 143 kelompok industri. Sejak 2007 hingga 2015 sudah ada 95 wajib pajak (WP) Badan yang mendapatkan fasilitas tax allowance.
 
"Kita harapkan dengan adanya kebijakan baru ini, jumlah WP yang mendapat fasilitas tax allowance menjadi lebih besar," kata Bambang, di Kantor Pusat DJP, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2015).
 
Adapun insentif yang ditawarkan pemerintah yaitu pertama, pengurangan penghasilan neto 30 persen dari jumlah penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan utama usaha. Bambang menjelaskan, pengurangan ini diakui sebagai tambahan biaya selama enam tahun, masing-masing lima persen per tahun. 

"Dengan tambahan biaya ini maka profit akan berkurang. Sehingga pajak yang harus dibayar menjadi lebih kecil. Inilah yang disebut sebagai insentif," terangnya.
 
Insentif kedua yang ditawarkan pemerintah yakni, aktiva disusutkan atau diamortisasi dalam jangka waktu yang cepat. Biaya penyusutan atau amortisasi pada awal investasi menjadi lebih besar, sehingga profit akan lebih kecil dan pajak yang harus dibayar juga akan lebih kecil.
 
"Maksudnya, kalau amortisasi harusnya enam tahun dipercepat menjadi empat tahun, maka beban per tahun menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, otomatis beban biaya naik, profit turun. Sehingga pajak otomatis menjadi lebih kecil," jelas Bambang.
 
Ketiga, pemerintah juga menawarkan insentif berupa kompensasi kerugian fiskal pada suatu tahun pajak dengan keuntungan pada 10 tahun pajak berikutnya. Bambang menjelaskan, jangka waktu kompensasi sesuai UU PPh maksimal lima tahun berikutnya.
 
"Sehingga dengan fasilitas ini ada kerugian yang semula tidak dapat dikompensasikan lagi, masih dapat dikompensasi. Jadi, ini perpanjangan dari lima tahun menjadi 10 tahun," ujar Bambang.
 
Terakhir, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham luar negeri, dikenai pajak dengan tarif 10 persen, atau tarif menurut perjanjian tax treaty atau (P3B) Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda, jika tarif dalam P3B tersebut lebih rendah dari 10 persen.
 
"Tarif umumnya biasanya 20 persen. Dengan tax allowance, bisa 10 persen atau mengikuti tax treaty," pungkasnya.


(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /