Silakan Ketua Bawaslu Jatim Dibui Usai Pilkada Serentak

Amaluddin    •    11 Juni 2015 22:31 WIB
kasus korupsi
Silakan Ketua Bawaslu Jatim Dibui Usai Pilkada Serentak
Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto (kedua dari kiri) saat menjadi pembicara. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Surabaya: Kuasa hukum Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto, Agung Nugroho, berharap kliennya ditahan setelah selesainya proses Pilkada serentak 9 Desember mendatang. 

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf meminta Bawaslu RI segera memberhentikan tiga komisioner Bawaslu Jatim demi melanjutkan proses hukum.

"Kewenangan menahan itu memang ada di tangan penyidik Polda Jatim. Tapi, saya berharap penahanan dilakukan saat proses pilkada serentak sudah selesai," kata Agung Nugroho, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2015)

Meski demikian, Agung menolak kliennya diberhentikan dari jabatannya sebagai komisoner Bawaslu jatim. Alasannya, Sufyanto baru berstatus tersangka bukan terdakwa. Menurut Agung, berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, komisioner Bawaslu itu baru diberhentikan ketika berstatus sebagai terdakwa.

"Sekarang kan statusnya masih tersangka. Selama ini klien kami masih kooperatif dan tidak pernah menghambat penyidikan. Belum ada kriteria yang mengatakan cacat moral. Kita harus kedepankan azas praduga tak bersalah," dalih Agung yang juga mantan komisioner KPU Jatim ini.

Agung memastikan Sufyanto tetap bekerja seperti biasa untuk melakukan supervisi dan mengawasi pilkada serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Subdit Tipidkor Polda Jatim menyelidiki kasus dugaan korupsi pada dana hibah pemilihan gubernur Jatim 2013. Setelah melakukan pemeriksaan 87 saksi (termasuk anggota Panwaslu kabupaten dan kota se Jawa Timur), polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Polisi juga mendapatkan hasil audit dari BPKP dan menemukan kerugian negara sekitar Rp5,6 milliar. Walhasil, penyidik langsung menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Amru (Sekretaris Bawaslu), Gatot Sugeng Widodo (Bendahara Bawaslu). Indriyono dan Akhmad Khusaini, keduanya rekanan penyedia barang/jasa Bawaslu Jatim. Serta tiga tersangka lainnya dari rekanan Bawaslu.

Sementara itu, tiga komisioner Bawaslu Jatim yakni SU (Ketua Bawaslu Jatim), SSP (Komisioner), dan AP (komisioner) tidak ditahan meski telah diperiksa sebagai tersangka. Pasalnya, karena permintaan dari Ketua Bawaslu Pusat terkait persiapan Pilkada Serentak untuk 19 kabupaten/kota se-Jatim pada 9 Desember 2015.

Dari 10 orang tersangka, penyidik sudah menahan empat orang yakni, Amru, ditahan sejak 19 Mei. Sedangkan Indriyono dan Akhmad Khusairi, ditahan sejak 25 Mei. Dan Gatot Sugeng Widodo ditahan sejak 27 Mei.



(UWA)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /