Driver Go-Jek Kerap Minta Penumpang Menunggu di Tempat Jauh dari Pangkalan Ojek

LB Ciputri Hutabarat    •    12 Juni 2015 17:55 WIB
gojek
<i>Driver</i> Go-Jek Kerap Minta Penumpang Menunggu di Tempat Jauh dari Pangkalan Ojek
Ilustrasi pangkalan ojek--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Tifa Adlina, 23, warga Slipi, lebih memilih Go-Jek ketimbang ojek lokal karena perkara tarif. Menurutnya, tarif yang digunakan Go-Jek tak berlebihan.

"Go-jek itu membantu banget pokoknya. Soalnya sudah disesuaikan dengan tarif perkilometer. Apalagi kalau sudah ada promo. Membantu banget," tutur Tifa kepada Metrotvnews.com di Jalan Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).

Tifa beberapakali menggunakan jasa layanan ini. Ia kerap menunggu di tempat berbeda dari yang ditentukan oleh driver Go-Jek. Sebab driver Go-Jek harus menghindari ojek lokal.

"Tapi kadang abang Go-Jeknya suka minta kita nunggu di tempat yang jauh dari tukang ojek lain. Katanya enggak enak, ya saya ikutin aja," imbuhnya

Tifa berkomentar pedas terkait hal itu. Katanya, tak seharusnya ojek lokal memperlakukan driver Go-Jek. "Kalau mau kayak abang Go-Jek, ya masuk Go-Jek saja. Kok susah sih mengatur rezeki orang. Kan rezeki sudah ada yang ngatur," tutupnya.

Bagi masyarakat kehadiran Go-Jek sangat membantu. Beberapa dari mereka memiliki alasan pribadi memilih Go-Jek ketimbang ojek lokal. Alasannya sederhana, karena penampilan.

"Mereka lebih ramah, ramahnya sopan. Bukan ramah yang mengganggu. Dan lebih penting mereka enggak kayak preman," kata Rosi, 24, salah satu pengguna Go-Jek.

Rosi menuturkan penampilan itu penting karena berhubungan dari keselamatan penumpang. "Mereka pakai jaket sama helm Go-Jek, kita juga dikasih masker dan penutup rambut. Jadi semuanya safety," ungkap Rosi.

Berbagai intimidasi harus diterima driver Go-Jek. Salah satunya dialami Faisal Basri, 45. Dia mengaku sempat mendapat ancaman dari tukang ojek setempat. Dia diancam saat menunggu pelanggan di daerah Karet, Jakarta Selatan.

Meski mendapat perlakuan tak enak, warga asal Tegal, Jawa Tengah, itu tak ambil pusing. Sebab, sebelum bergabung dengan Go-Jek dirinya pun pernah merasakan hal serupa.


(YDH)