Bola Voli SEA Games 2015

Takluk dari Thailand, Tim Voli Putra Hanya Sumbang Perunggu

Ghani Nurcahyadi    •    15 Juni 2015 16:48 WIB
sea games 2015
Takluk dari Thailand, Tim Voli Putra Hanya Sumbang Perunggu
Tim voli putra harus puas dengan medali perunggu SEA Games 2015 (Dok: antara)

Metrotvnews.com, Singapura: Tim voli putra Indonesia harus puas dengan medali perunggu cabang olahraga bola voli SEA Games XXVIII/2015 Singapura setelah dikalahkan Thailand 3-0 (25-18, 25-23, 25-16) di babak semifinal di OCBC Arena, Singapura, Senin 15 Juni. Total tim voli Indonesia, baik putra dan putri hanya mampu meraih dua medali perunggu.

Raihan Agung Seganti cs ini lebih buruk dibandingkan SEA Games 2013 Myanmar yang meraih medali perak setelah dikalahkan Thailand di partai final. Agung mengakui, timnya memang kalah kelas dibandingkan dengan Thailand yang punya banyak pemain voli dengan kualitas mumpuni. Tidak adanya uji coba dalam pemusatan latihan nasional juga menjadi penyebab kekalahan Indonesia.

“Kalau bisa dibilang tim ini belum matang sekali karena hanya satu bulan menjalani pemusatan latihan, itu juga masih terpotong oleh tim voli U-23 yang bertanding di Piala Asia di Myanmar, sehingga hanya enam orang yang tersisa yang menjalani latihan. Jadi benar tidak optimal, “ kata pemain asal Sumatra Selatan itu.

Tim Indonesia sebenarnya bisa mengimbangi Thailand di awal laga. Hingga kedudukan 4-4, tim Indonesia masih mampu mengimbangi Thailand. Namun, begitu Kittikun Sri-Uttawong dan kawan-kawan memimpin, tim Indonesia justru tak bisa mengejar dan akhirnya menyerah kalah 25-18 pada set pertama,

Di set kedua, Indonesia sebenarnya bisa unggul dua poin di awal set kedua. Namun, spike keras Kittinon Namkhuntod membuat Thailand berbalik unggul dan membuat Indonesia selalu dalam kondisi mengejar ketertinggalan, hingga anak asuh Monchai Suprajakul membukukan <>match point<>. Indonesia sebenarnya bisa mengejar hingga selisih satu poin, Namun, akhirnya Thailand mampu mengambil set kedua.

Di seti ketiga, sejumlah kesalahan dilakukan pemain Indonesia, terutama blok dan spike. Hal itu dimanfaatkan Thailand untuk langsung memimpin sejak awal set. Buruknya penerimaan bola pertama (receive) pemain Indonesia pun membuat Thailand dengan mudah menyelesaikan set ketiga, sekaligus melaju ke final.

Pelatih Indonesia Ibarsjah Djanu Thajdjono mengakui Thailand bermain lebih bagus dari Indonesia. Organisasi permainan Agung cs pun dinilai pelatih Surabaya Samator itu masih jauh dari pola permainan terbaik tim. Sejumlah spike Indonesia sangat mudah dibaca lawan, sehingga lawan mampu menambah poin dari blok yang dilakukan.

“Karena tidak ada uji coba yang kita lakukan tahun ini, tidak ada data pembanding yang kita lakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan dan juga kita sendiri. Kita sebenarnya ditargetkan meraih medali perak tahun ini, tapi dengan medali perunggu ini sudah lebih baik bila melihat persiapan anak-anak dibandingkan tidak mendapatkan medali,” kata Ibarsjah.


(RIZ)


Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

52 minutes Ago

Timnas Indonesia bertekad mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Thailand pada laga ketig…

BERITA LAINNYA
Video /