AS akan Cari Prajuritnya yang Gugur Saat PD II di Indonesia

Willy Haryono    •    15 Juni 2015 17:41 WIB
indonesia-as
AS akan Cari Prajuritnya yang Gugur Saat PD II di Indonesia
Brigjen TNI Zaedun (kiri) bersama Jenderal Angkatan Udara AS Kelly McKeague dalam penandatanganan kesepakatan pencarian prajurit AS yang tewas saat Perang Dunia II di Indonesia. US Embassy Jakarta

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dengan Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut ditandai penandatanganan kesepakatan di Jakarta pada 12 Juni 2015, yang memungkinkan pemerintah AS melakukan penelitian bersama untuk menyelidiki dan mengekskavasi peninggalan serta jasad personel tentara AS di Indonesia.

Setelah melalui serangkaian koordinasi, United States Defense Prisoners of War/Missing in Action (POW/MIA) Accounting Agency (DPAA), Defense Attache Office (DAO) di Kedubes AS Jakarta, TNI, dan Pusjarah TNI sepakat DPAA akan mencari sisa-sisa lebih dari 2.000 personel AS yang hilang saat Perang Dunia II di Indonesia.

"Misi kemanusiaan ini tidak mungkin terlaksana tanpa persetujuan dan dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Penandatanganan kesepakatan ini membangun kemitraan yang memungkinkan kita mencapai misi yang mulia ini dan membantu memberikan kepastian bagi para keluarga yang masih menanti," ucap Mayor Jenderal Angkatan Udara AS Kelly McKeague, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (15/6/2015).

"Atas nama keluarga Amerika yang anggota keluarganya hilang di Indonesia saat Perang Dunia II, saya ucapkan terima kasih kepada Brigjen TNI Zaedun dan tim Pusjarah atas kesediaannya membantu kami. Persetujuan ini merupakan cerminan persahabatan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat," tambah dia. 

Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake mengungkapkan, "Kesepakatan ini merupakan penghormatan terhadap kenangan warga negara Amerika dan Indonesia yang membela negara mereka. Kerja sama AS-Indonesia kini lebih erat dan komprehensif, dan kami bangga menjadi mitra pertahanan utama Indonesia dalam latihan bersama dan kegiatan-kegiatan lainnya.

"Selain latihan rutin, program pertukaran antar-militer, serta penjualan dan kesepakatan antara kedua negara kita, kesepakatan ini meneguhkan kerja sama antara negara kita, yang berdasarkan prinsip kemanusiaan, kesetaraan, saling menguntungkan, non-interferensi, dan saling menghormati. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini dan atas pertimbangan untuk mengizinkan kami untuk menemukan kembali personel Amerika yang hilang pada masa PD II," sambung dia.

Seluruh biaya penelitian dan proses ekskavasi didanai pemerintah AS, dan semua penelitian dan kegiatan di lapangan akan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang telah disepakati DPAA dan Pusjarah TNI.


(WIL)