Dinilai Lamban, Kompolnas Telisik Prosedur Penanganan Kasus Angeline

Arnoldus Dhae    •    15 Juni 2015 21:23 WIB
penemuan jenazah angeline
Dinilai Lamban, Kompolnas Telisik Prosedur Penanganan Kasus Angeline
Saudara sepupu Angeline menunjukkan karya sketsa wajah Angeline di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/6). Foto: Antara/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Denpasar: Komisi Kepolisian Nasional mendatangi Mapolda Bali. Mereka bermaksud menemui penyidik untuk menanyakan perkembangan lebih jauh mengenai pembunuhan Angeline. Tim Kompolnas yang berjumlah tiga orang itu tiba di Polresta Denpasar sejak Senin, 15 Juni, siang.

Usai mengunjungi Polresta Denpasar, sekira pukul 15.30 Wita, mereka mendatangi penyidik Polda Bali. Belum ada komentar yang diberikan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto, membenarkan perihal kehadiran Kompolnas. "Ya, sudah ada di sini (Mapolda Bali). Tadi siang mereka dari Polresta Denpasar," kata Hery, Senin (15/6).

Usai bertemu penyidik, Kompolnas menjelaskan kedatangan timnya untuk bertanya perkembangan penyelidikan kasus Angeline.

Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdulrahman, menuturkan institusinya menaruh perhatian besar terhadap kasus kematian Angeline. "Kompolnas sangat menaruh perhatian atas kasus ini. Kami merasa ini sesuatu yang perlu mendapat perhatian lebih," kata Hamidah, di Mapolda Bali, Senin malam (15/6/2015).
 
Menurutnya, dalam pertemuan dengan penyidik, pihaknya menanyakan pengungkapan kasus kematian Angeline. "Kami melakukan klarifikasi terhadap penanganan kasus ini," paparnya.

Ada dua hal yang menjadi fokus perhatian Kompolnas. Pertama, soal prosedur yang ditempuh kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Kedua, soal perkembangan kasus itu sendiri.

"Kami menggali apakah dalam upaya pengungkapan kasus ini polisi sudah sesuai dengan prosedur dan kedua bagaimana perkembangannya," kata dia.

Menurutnya, sejak awal publik menaruh curiga terhadap pengungkapan kasus terbunuhnya Angeline. Hal itu lantaran polisi dianggap lamban mengungkap kasus tersebut. "Karena baru 25 hari Angeline ditemukan," paparnya.

Hanya saja, ia melanjutkan, setelah bertemu dengan penyidik, kecurigaan itu buyar. Pasalnya, penjelasan polisi pengungkapan kasus ini mengalami kendala teknis.

"Salah satunya adalah tidak kooperatifnya pihak keluarga untuk polisi mengungkapkan di tempat terjadinya penemuan tersebut," papar dia.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan menyebut penyidik juga terkendala seringnya pengakuan tersangka yang berubah-ubah.

"Kami dorong agar jangan terlalu banyak pengakuan, tetapi yang perlu dilakukan sekarang, kita harus mempersiapkan bukti kuat untuk menjerat tersangka ini. Ini tantangan untuk kepolisian," saran Edi.


(UWA)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /