Revolusi Mental Pernah Dilakukan Korea Selatan dan Berhasil

Patricia Vicka    •    15 Juni 2015 23:27 WIB
presiden jokowi
Revolusi Mental Pernah Dilakukan Korea Selatan dan Berhasil
Mukthasar Syamsudin (kanan) dan Akademisi dari Hankok University Korea, Park Hee Young, dalam seminar Revolusi Mental di UGM. Foto: Metrotvnews.com/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Gerakan Revolusi Mental dan Trisaksi yang dulu didengung-dengungkan Presiden Joko Widodo saat masa kampanye saat ini dianggap belum terlihat.

Akademisi dari Universitas Gajah Mada, Mukthasar Syamsudin, berharap pemerintahan Joko Widodo bisa melaksanakan ajaran Trisakti yang dicetuskan Presiden pertama Soekarno, dan melakukan revolusi mental.

Menurutnya, gerakan revolusi mental harus diarahkan untuk memberantas korupsi. "Korupsi itu bukan mental dan kepribadian bangsa Indonesia. Mental Korupsi inilah yang seharusnya segera direvolusi," ujarnya dalam seminar Internasional Filsafat Trisakti dan Saemul Undong: Revolusi Mental Pembangunan Indonesia dan Korea, di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Senin (15/6/2015).

Ia melihat konsep trisaksi masih sangat relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa saat ini. "Trisakti yang dicetuskan oleh Soekarno masih revalan untuk masa kini. Seperti mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan," jelas dekan Filsafat UGM ini.

Akademisi dari Hankok University Korea, Park Hee Young, mengatakan gerakan revolusi mental di Korea sudah dimulai sejak 1960 dengan konsep Saemul Undong, yakni pembangunan bangsa dari desa.

"Gerakan itu kami masukkan dalam konsep pendidikan nasional. Sehingga gerakan ini mampu mengubah mental orang Korea yang sebelumnya pesimis dan berpikiran negatif irasional, menjadi optimis dan rasional positif," katanya.

Revolusi Mental adalah jargon yang diusung Presiden Joko Widodo saat masa kampanye. Menurut Jokowi Revolusi mental berarti warga Indonesia harus kembali mengenal dan menjalankan karakter orisinil bangsa Indonesia yang santun, berbudi pekerti dan bergotong royong.

Satu-satunya jalan untuk revolusi mental adalah melalui pendidikan yang berkualitas dan merata dan penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.


(UWA)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

16 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /