Tradisi Gebyuran Warga Bustaman Jelang Ramadan

Deo Dwi Fajar Hari    •    15 Juni 2015 23:44 WIB
ramadan 2015
Tradisi Gebyuran Warga Bustaman Jelang Ramadan
Tradisi gebyuran semarakkan warga Bustaman jelang Ramadan. Foto: Metrotvnews.com/Deo Dwi Fajar Hari

Metrotvnews.com, Semarang: Beginilah suasana warga Kampung Bustaman, Semarang, Jawa Tengah, menjelang Ramadan. Ratusan warga terlibat aksi saling lempar plastik berisi air.

Usai bunyi letusan petasan terdengar dari Musala, ratusan warga menyiapkan kantong plastik yang berisi air berwarna untuk dilemparkan ke kolega. Wajah setiap warga yang sebelumnya dicoreng dengan bedak pun langsung hilang dan berubah warna warni. Aksi kejar-kejaran menambah serunya tradisi tahunan ini.

Tradisi gebyuran sudah empat kalinya digelar setelah beberapa tahun terhenti. Keyakinan akan penyucian diri menjadikan alasan untuk kembali menghidupkan tradisi unik tersebut.

Hari Bustaman, salah satu tokoh masyarakat di Kampung Bustaman, mengatakan tradisi itu sudah turun-temurun dilakukan Warga Bustaman. Tradisi ini biasanya diawali dengan bersih-bersih sumur.

Keunikan lainya dari tradisi ini, warga dilarang mengumpat saat diguyur oleh warga lain. "Tradisi ini merupakan tradisi suci yang diyakini dapat menghilangkan dota atau kesalahan dalam setahun," kata Hari, Senin (15/6/2015).

Indra Dayanto, warga Bustaman, mengaku senang dengan tradisi gebyuran ini. "Tradisi ini juga menjaga kerukunan antarwarga," ujarnya.


(UWA)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /