Bukti Australia Suap Penyelundup Manusia Terungkap

Fajar Nugraha    •    16 Juni 2015 16:26 WIB
imigran gelap
Bukti Australia Suap Penyelundup Manusia Terungkap
Bukti uang yang digunakan Australia menyuap penyelundup manusia (Foto: SMH)

Metrotvnews.com, Kupang: Media Australia, Fairfax Media mendapatkan bukti foto uang ribuan dolar dari pihak Australia untuk menyuap enam penyelundup manusia.
 
"Kami sudah memberikan Anda bukti," ujar Kepala Polisi Nusa Tenggara Timur Brigadir Jenderal Endang Sunjaya,  seperti dikutip Sidney Morning Herald, Selasa (16/6/2015).
 
"Sekarang giliran Anda dan media lain untuk menuntut jawaban dari Pemerintah Australia," tegas Endang.
 
Sementara Kepala Urusan Penyelundupan Manusia Provinsi NTT, Ibrahim mengatakan, mengirim 65 pencari suaka ke Indonesia dengan dua kapal dan hanya memberikan satu drum bahan bakar untuk setiap kapal, sama saja seperti misi bunuh diri. "Di mana rasa kemanusiaan mereka," jelasnya.
 
Ibrahim menambahkan, bila kapal itu menabrak karang dan terdampar di Pulau Landu saat pasang, akan sangat berbahaya bagi para warga desa untuk menyelamatkan para pengungsi.
 
Sedangkan Brigjen Endang menjelaskan, enam awak kapal bersumpah menerima uang sebesar USD5.000 dolar dari pejabat Australia, untuk mengembalikan kapalnya ke Indonesia. Pengakuan mereka turut diperkuat oleh keterangan para pencari suaka yang diinterogasi secara terpisah.
 
"Kami meyakini pembayaran itu telah terjadi. Mereka mengatakan hal yang sama. Mereka dibayar oleh pejabat Australia untuk kembali ke Indonesia," tuturnya.
 
Menurut Endang, dugaan penyuapan ini bisa memicu tuduhan kejahatan baru, dimana sindikat penyelundupan manusia menyertakan para pencari suaka palsu demi mendapatkan uang dari Pemerintah Australia.
 
"Uang ini disimpan sebagai bukti dan ini bukan berita yang dibuat-buat. Kami tidak menyangka sama sekali. Bila terjadi di Indonesia tentu dikenai pasal penyuapan," ungkap Endang.
 
Endang menambahkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan laporan penyelidikan kasus ini ke Markas Besar Kepolisian di Jakarta. "Kini terserah langkah apa yang akan diambil oleh pusat. Ini bukan wilayah hukum kami lagi," jelasnya.
 
Pemerintah Australia membantah bahwa pejabatnya intelijen mereka menyuap awak kapal yang membawa pengungsi, untuk kembali ke perairan Indonesia.  Perdana Menteri Tony Abbott bersikukuh hal itulah yang selama ini pemerintahnya lakukan di perbatasan laut. Abbott menegaskan tidak akan mengomentari masalah operasional di lapangan. 
 
Bahkan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, Indonesia tidak becus menjaga perbatasan. Padahal Menlu Retno Marsudi hanya meminta Australia untuk memberikan jawaban benar atau tidak Australia melakukan penyuapan, bukan berupaya mengalihkan persoalan ke isu lain.



(FJR)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /