UU KPK Direvisi, JK: Bukan Berarti Melemahkan

Dheri Agriesta    •    17 Juni 2015 17:45 WIB
revisi uu kpk
UU KPK Direvisi, JK: Bukan Berarti Melemahkan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan revisi UU KPK dapat dilakukan jika dianggap perlu. Dia menyebut, perubahan aturan bukan berarti memperlemah lembaga antikorupsi itu.

"Direvisi tidak berarti memperlemah, direvisi bisa berarti memperkuat," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2015).

Dalam revisi UU KPK, salah satu pasal yang masuk dalam perubahan adalah tentang penyadapan. JK menyebut, revisi itu untuk memperketat aturan terkait penyadapan. "Diperketat aturannya, jangan sampai kau bicara dengan pacarmu terus disadap, gimana?" kata JK sembari tertawa.

Revisi UU No. 30/2002 tentang KPK masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas 2015. Ini merupakan hasil rapat antara Badan Legislasi DPR dan Menkum HAM Yasonna Laoly, meski pada dasarnya revisi adalah inisiatif DPR.

Yasonna menilai, RUU KPK perlu dimasukan dalam Prolegnas prioritas 2015 lantaran aturan dapat menimbulkan masalah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dia menitikberatkan pada kewenangan penyadapan milik KPK.

"Perlu dilakukan peninjauan kembali seperti penyadapan yang tidak melanggar HAM, dibentuk dewan pengawas, pelaksanaan tugas pimpinan, dan sistem kolektif kolegial," kata Yasonna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 16 Juni 2015 kemarin.


(KRI)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

1 day Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /