JK Sebut Australia Langgar Kesepakatan PBB

Dheri Agriesta    •    17 Juni 2015 17:47 WIB
imigran gelap
JK Sebut Australia Langgar Kesepakatan PBB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (foto:MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut tindakan penyuapan kapten dan kru kapal yang dilakukan pemerintah Australia untuk membawa kembali pengungsi ke luar dari wilayah Australia tidak etis. Australia melanggar Konvensi Internasional 1951 dan Protokol 1967 tentang status pengungsi.
 
"Tidak etis tentu. Dia (Australia-Red.) melanggar sendiri aturan yang sudah disetujui. Australia ikut perjanjian PBB, kan tidak boleh seperti itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2015).
 
JK menyebut, Indonesia tak bisa menindak perbuatan yang dilakukan pemerintahan negeri kanguru. Tak ada wewenang yang dimiliki Indonesia untuk melakukan itu.
 
Namun, tak hanya Indonesia. JK menyebut, dunia juga tidak setuju dengan tindakan yang diambil Australia.
 
"Dunia juga menilai itu tidak etis," tandas JK.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menyebutkan Pemerintah Australia kembali mendorong kapal yang berisi 65 pengungsi. Pihak pejabat Australia yang melakukan hal itu dikabarkan membayar kapten kapal dan kru yang membawa pengungsi itu dengan uang masing-masing sebesar USD5.000.
 
Baik kapten dan kru kapal tersebut saat ini sudah ditahan oleh pihak berwenang Pulau Rote. Arrmanatha memastikan, pihak tertuduh mengakui apa yang ditanyakan kepada mereka. Namun saat ini proses penyelidikan masih terus berlanjut.
 
PM Australia Tony Abbott pun tidak membantah atau mengakui tentang pejabatnya yang membayar kapten kapal pengungsi untuk kembali ke perairan Indonesia. Menurut Abbott, pemerintahnya akan berupaya keras menghentikan kapal berisi pengungsi dengan cara bersih atau kotor. Bagi Abbott apa yang dilakukan pejabatnya itu adalah cara kreatif.
 
Ketika ditanya mengenai ulah pejabatnya yang membayar kapten kapal itu, Abbott menegaskan, dirinya tidak akan membicarakan masalah hipotesis. Baginya yang terpenting saat ini adalah menghentikan masuknya kapal pengungsi ke Australia.  


(FZN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /