Walau Sehat, Utang Luar Negeri Harus Diwaspadai

Ade Hapsari Lestarini    •    18 Juni 2015 10:14 WIB
utang luar negeri
Walau Sehat, Utang Luar Negeri Harus Diwaspadai
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan utang luar negeri (ULN) pada April 2015 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

"BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta," ujar Direktur Eksekutif BI Tirta Segara, seperti dikutip dalam laman BI, Kamis (18/6/2015).

Menurut Tirta, hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

Seperti diketahui, BI mencatat ULN Indonesia pada April 2015 tumbuh 7,8 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2015 sebesar 7,6 persen (yoy). Posisi ULN Indonesia pada akhir April 2015 tercatat sebesar USD299,8 miliar, terdiri dari ULN sektor publik USD132,9 miliar (44,3 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta USD167,0 miliar (55,7 persen dari total ULN).

Posisi ULN swasta pada April 2015 terutama terkonsentrasi pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,8 persen.

Pada April 2015, pertumbuhan tahunan ULN sektor keuangan dan sektor industri pengolahan mengalami peningkatan, sementara pertumbuhan tahunan ULN sektor listrik, gas dan air bersih tercatat melambat. Di sisi lain, pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan justru mencatat kontraksi.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /