Pengendara Motor Tewas Tertabrak TransJakarta, Ahok Salahkan Korban

Wanda Indana    •    18 Juni 2015 12:25 WIB
transjakarta
Pengendara Motor Tewas Tertabrak TransJakarta, Ahok Salahkan Korban
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: M Rodhi Aulia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyayangkan masih ada pengendara yang masuk ke jalur TransJakarta hingga terjadi kecelakan yang menelan korban jiwa. Ahok tidak akan menyalahkan pengemudi bus, karena sopir tak bersalah.
 
Ahok mencontohkan, kereta api tidak pernah salah meskipun tiap hari menabrak pengendara yang menerobos pintu perlintasan. Karena sudah ada undang-undang yang mengatur. Berbeda dengan TransJakarta yang selalu disalahkan jika terjadi tabrakan meski berjalan di jalurnya.
 
"Memang undang-undang belum mengatur itu. Kamu tau gak kereta api tiap hari tabrak orang? Coba kalau busway, motor sudah salah tetap saja busway yang disalahin. Padahal itu di jalur khusus. Sama seperti kereta api," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu tak akan tinggal diam. Ahok akan meninggikan separator dan memasang alat Radio Frequency Indentification (RFID) untuk mobil. "Kami ingin kereta api semua layang. Kalau yang ini (TransJakarta) kami ingin ditutup separator dan RFID dipasang," ujarnya.
 
Sebelumnya, pengendara motor Yamaha Mio dengan nomor polisi B 6261 BVP tewas setelah tertabrak bus TransJakarta jurusan Pluit-Pinang Ranti di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Grogol, Jakarta Barat. Wahyu Hanafudin, 35, dan Filesca, 22, warga Kampung Cilograng, Tanjung Teja, Seran, Banten, menyerobot jalur busway. Filesca tewas.
 
Wahyu melaju dari arah Jalan Prof Dr Latumenten dan ingin memutar arah ke Jelambar, tepat sebelum gerbang Tol Jelambar 2. Padahal, jalur putar balik telah ditutup. Pengendara seharusnya memutar balik di perempatan Grogol.
 
"Dia sudah saya ingatkan. Woi, hati-hati kalau lewat sini jangan ngebut. Tapi, saya malah dibilang gila, langsung ketabrak mereka. Dia mau muter jalan, tapi kan ditutup melanggar perboden," kata Udin, petugas kebersihan yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian kepada Metrotvnews.com, Rabu 18 Juni.


(FZN)