Tanpa Dana Aspirasi, Anggota DPR Seolah Hanya Pandai Mencatat?

M Rodhi Aulia    •    19 Juni 2015 06:03 WIB
dpr
Tanpa Dana Aspirasi, Anggota DPR Seolah Hanya Pandai Mencatat?
Suasana ruang rapat anggota DPR di Senayan/MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR sangat membutuhkan dana aspirasi. Setidaknya, itu lah yang ingin disampaikan anggota DPR dari fraksi PDI-P Hendrawan Supratikno. Tanpa dana aspirasi, tak banyak yang bisa dilakukan anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing.

"Saya masuk periode kedua di anggota dewan. Setiap kali turun reses, saya mencatat aspirasi itu. Sampai ketika kami tidak bisa memperjuangkan aspirasi itu (tanpa dana), untuk menemui konstituen yang sama kedua kalinya, kami tidak berani lagi," kata Hendrawan dalam Forum Indonesia Metro TV, Kamis (18/6/2015).

Wakil Ketua Badan Anggaran ini mengatakan, ketidakberanian dirinya menemui konstituen lantaran akan terus mengulang catatan aspirasi yang pernah masuk. Jika tetap memaksakan diri bertemu dan kembali mencatat, ia khawatir akan mendapat respons buruk dari konstituennya.

"Akhirnya orang akan berpandangan, bahwa anggota dewan pintarnya hanya mencatat, kemudian tidak bisa memperjuangkan aspirasi itu. Salah-salah kami dianggap pembohong," tukas dia.

Kini Hendrawan yang tergabung di dalam Tim Dana Aspirasi sedang menggodok segala mekanismenya agar dapat diterima oleh publik. Dia dan para inisiator menjadikan Pasal 78, 80, 81 dan 110 dalam UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD sebagai rujukan untuk mendapatkan dana aspirasi tersebut.

"Dewan buat terobosan agar kehadiran anggota dewan, pada kunjungan reses, bermanfaat untuk rakyat. Ini suatu langkah yang mulia," ujar dia.

Terhadap pihak yang kontra terhadap ide tersebut, Hendrawan berpandangan, mereka salah menggunakan titik tolak berpikir. Pasalnya, ia khawatir sebagai pembawa aspirasi, tidak dapat mewujudkan aspirasi tersebut kepada konstituennya.

"Apakah kita hanya berdoa saja? Habis dari dapil mendengar aspirasi, 'Mari kita sama berdo'a. (tentu tidak). Kita harus memperjuangakan aspirasi mereka (dengan dana aspirasi)," ungkap dia.

Ketua Panitia Kerja Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) Totok Daryanto menolak disebutkan langkah yang ia lakukan hanya disederhanakan dengan istilah dana aspirasi. Kata dia, hal itu sebagai perwujudan tugas konstitusi dan UU dalam memajukan dapil.

Politikus PAN ini mengatakan, dana reses yang diterima hanya sekadar untuk menggelar pertemuan dengan masyarakat. Dari hasil pertemuan itu, muncul banyak permasalahan yang menjadi aspirasi. Nah, jika mengandalkan dana tersebut, tentu tidak akan cukup. Perlu tambahan yang lebih besar.

"Kalau tidak, apa gunanya anggota DPR turun ke daerah, melakukan kunjungan kerja atau reses," ungkap dia.

Lebih lanjut, terkait jumlah pasti yang akan diterima masing-masing anggota dan mekanisme pertanggungjawabannya, sedang digodok. Karena dana tersebut untuk menindaklanjuti aspirasi yang bersifat lokal dan segera.


(OJE)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

4 hours Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /