Pengalaman Kaum Minoritas Berpuasa di Australia

   •    19 Juni 2015 19:38 WIB
ramadan
Pengalaman Kaum Minoritas Berpuasa di Australia
Umat Muslim di Australia sedang menjalankan ibadah---AP Photo/Glenn Nicholls

Metrotvnews.com, Jakarta: Umat Muslim di Australia hanya berjumlah tidak lebih dari 2 persen dari total jumlah penduduk. Namun, sebagai kaum minoritas tidak mematahkan semangat bagi mereka yang tetap ingin menjalankan ibadah wajib di bulan Ramadan. 

Padahal berbagai kendala dihadapi umat Muslim di Australia dalam menjalankan ibadahnya, seperti tak adanya tanda kapan harus berpuasa dan berbuka.

Selama ini, umat Muslim di Australia hanya menggandalkan jam tangan atau jam pada gadgetnya untuk tahu jadwal berpuasanya.

Pada siang hari, mereka pun harus tetap bekerja sembari menjalankan ibadah puasanya. Godaan pun kerap datang dari aroma-aroma makanan yang dijumpainya tiap menjelang wkatu makan siang. Sebab, mayoritas penduduk Australia adalah non Muslim.

"Menjadi tantangan sendiri saat rekan-rekan kerja mulai memanaskan bekal makan siang mereka, aroma makanan bisa tercium," ujar Ailia Rizvi yang bekerja di ABC Southbank, seperti dilansir Australia Plus ABC, Jumat (19/6/2015).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Zehra Kazmi, pelajar asal Pakistan yang kini menetap di Australia.

"Di sekolah orang-orang makan seperti biasanya, di jalanan pun restoran tentu saja tetap buka, saya harus berpura-pura tidak lapar," kata Zehra.

Tak hanya itu, sebagai minoritas, umat Muslim kerap kali harus memberikan penjelasan kepada mereka yang bertanya soal ibadah puasa.

"Saat sedang sekolah, pernah ada yang bertanya kepada saya, bagaimana bertahan hidup dengan tidak makan," kata Syed Aoun Abbas Rizvi, yang sedang berkuliah di ilmu kedokteran.

"Kebanyakan dari mereka menyangka kalau kita boleh minum air di siang hari, dan berpuasa selama sebulan penuh tanpa berbuka di sore hari," jelas Andy Chan.

Namun, puasa di Australia termasuk yang paling pendek di dunia, hanya 10 hingga 11 jam. Umat Muslim sudah dapat buka puasa sekitar pukul 5 sore, bertepatan dengan jam pulang kantor.

Sejumlah umat Muslim yang tidak sempat berbuka puasa di rumah, terpaksa berbuka di jalan. Tapi berbuka puasa bersama di masjid juga bisa menjadi pilihan, karena sejumlah masjid menyediakan buka puasa dan makan malam bersama secara cuma-cuma.

Tonton pertanyaan seperti apa yang biasanya ditanyakan kepada sejumlah Muslim di Australia soal ibadah puasa, di sini.

Australia Plus ABC




(AZF)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /