Digiring ke Rutan, Tersangka Suap Musi Banyuasin Justru Acungkan Jempol

Yogi Bayu Aji    •    20 Juni 2015 22:36 WIB
ott
Digiring ke Rutan, Tersangka Suap Musi Banyuasin Justru Acungkan Jempol
Tersangka kasus dugaan korupsi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei saat keluar dari Gedung KPK, Sabtu (20/6/2015). Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka dugaan suap perubahan APBD 2015 Musi Banyuasin (Muba) akhirnya dibawa ke rumah tahanan. Mereka tak banyak berkomentar soal kasus yang menjerat, hanya berusaha menutupi wajahnya.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Muba Fasyar menjadi tersangka pertama yang keluar gedung KPK. Keduanya digiring ke Rutan KPK pada pukul 21.29 WIB.

Syamsudin yang berada di depan tak mau banyak bicara saat dicecar beberapa pertanyaan. Dengan kemeja merah dan rompi tahanan oranye, dia justru mengancung jempolnya sambil terus digiring ke dalam mobil yang akan membawanya ke Rutan KPK.

"Ya, ya, ya. Karena, malam ini belum bisa kita jelaskan, yang penting malam ini kita sehat dulu," kata Syamsudin di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2015).

Sementara, Fasyar terus menutupi wajahnya dengan kertas putih. Dia yang juga mengenakan rompi tahanan KPK tak ingin wajahnya terkena bidikan kamera wartawan.

Dalam kasus dugaan suap perubahan APBD 2015 Muba, KPK sudah menetap empat tersangka. Mereka adalah anggota DPRD asal PDIP Bambang Karyanto, anggota DPRD asal Gerinda Adam Munandar, Kepala DPPKAD Muba Syamsudin Fei dan Kepala Beppeda Muba Fasyar.

Bambang dan Adam yang diduga sebagai penerima suap dikenaikan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara, Syamsudin dan Fasyar sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Keempat dicokok saat bertemu di rumah Bambang di Jalan Sanjaya, Alang-alang, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 19 Juni pukul 20.43 WIB. Saat penangkapan, penyidik KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,567 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun.

"Dugaan sementara, pemberian uang dari kepala dinas Muba ke DPRD berkaitan perubahan APBD 2015 Kabupaten Muba," jelas Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi.

Keempat tersangka rencananya akan ditahan secara terpisah. Bambang Karyanto dan Adam Munandar ditahan di Rutan Guntur. Sementara, tersangka Syamsudin dan Fasyar ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga berita ini diturunkan, Bambang dan Adam belum juga keluar dari Gedung KPK.



(DRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /