Oknum Diduga Bunuh Warga, Dewan: Polri Harus Benahi Diri

Surya Perkasa    •    21 Juni 2015 17:28 WIB
penembakan
Oknum Diduga Bunuh Warga, Dewan: Polri Harus Benahi Diri
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga orang oknum Polisi diamankan Polres Serang, Banten, terkait penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan karena masalah utang piutang. Anggota Komisi III DPR Arsul Sani angkat bicara soal peristiwa yang dapat mencoreng citra kepolisian ini.

Arsul menyarankan Polri membenahi kelembagaannya. Karena menurut dia, ketidakdisplinan ini bentuk dari tidak ketatnya penegakan hukum dalam tubuh Polri.

"Ya, jangan sampai (perburuk citra Polisi). Untuk itu Divisi Propam dan jajaran Irwasum harus melakukan langkah penertiban ke dalam supaya citra polisi negatif tidak meluas," kata dia saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Minggu (21/6/2015).

"Cuma ya kita harus fair juga bahwa perilaku seperti itu tidak mewakili mayoritas polisi. Jadi tidak bisa juga digeneralisir sebagai perilaku polisi," tambah Arsul.

Polri juga harus tegas mengeluarkan kebijakan internalnya terkait polisi 'menyambi' di luar tugasnya. Tidak boleh masalah kesejahteraan menjadi alasan. Apalagi kejadian ini tidak sekali saja terjadi.


Foto Dwi Susanto dan istrinya yang terpada di kediaman--MTVN/Dian Ihsan Siregar

"Selanjutnya, secara internal perlu menegaskan kembali kebijakannya bahwa keterlibatan anggota Polri menjadi bagian dari debt collector dalam kasus-kasus penagihan hutang merupakan pelanggaran etik dan disiplin yang berat. Serta jika ada unsur kekerasannya baik psikis maupun fisik, maka yang bersangkutan harus dipecat secara tidak hormat dari kedinasan," terang dia.

Untuk kasus pembunuhan Dwi Susanto, tiga oknum Polisi dari Polda Metro Jaya berinisial Bripka DP, Aipda NJ dan Aipda NN ini layak dihukum berat. Bahkan ketiganya layak dihukum mati jika memang Dwi dibawa dari rumah, dieksekusi, dan kemudian dibuang di Jalan Raya Serang-Jakarta.

"Siapapun yang melakukan penembakan seperti itu, apalagi jika mereka adalah aparat keamanan, maka ya harus diproses hukum dengan tegas dan transparan. Saya melihat perbuatan seperti itu patut dikenakan Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya adalah pidana mati," jelas Wakil Sekretaris Jenderal PPP kubu Romahurmuziy ini.


Rumah yang telah lama dikosongkan setelah Dwi Susanto pindah ke Purwokerto--MTVN/Dian Ihsan Siregar



(SUR)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

4 hours Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /