KPK Siap Hadapi Praperadilan Mantan Gubernur Papua

Yogi Bayu Aji    •    22 Juni 2015 11:28 WIB
kasus korupsi
KPK Siap Hadapi Praperadilan Mantan Gubernur Papua
Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi praperadilan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu yang dimulai hari ini. KPK tak mempermasalahkan Barnabas ikut mengajukan praperadilan.
 
"Hak yang bersangkutan melakukan upaya hukum, kami hormati. Kami siap menghadapinya," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi, dalam pesan singkat, Senin (22/6/2015).
 
KPK sudah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan praperadilan tersebut. Namun, Johan tak mau buru-buru mengumbar taktik itu. "Nanti dilihat saja di pengadilan strategi KPK," ujarnya.
 
Barnabas menggugat KPK dengan beberapa alasan. Kuasa Hukum Barnabas, Wahyudi menerangkan, hal pertama terkait penetapan kliennya sebagai tersangka atas tindak lanjut Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik-34/01/07/2014 tanggal 21 Juli 2014. Sejak dijadikan tersangka Barnabas belum pernah diperiksa.
 
"Penetapan tersangka pertama klien kami itu tidak beralasan, tidak jelas dan mengada-ada karena tidak didasarkan bukti yang cukup. Klien kami tak pernah diperiksa baik sebelum jadi tersangka atau sesudahnya," kata Wahyudi.
 
Kedua, penetapan Barnabas sebagai tersangka atas tindak lanjut Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik-09/01/03/2015 tanggal 26 Maret 2015. Ketiga, perintah perpanjangan penahanan sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 53/Tah.Pid.Sus/TPK/IV/2015/PN.Jkt.Pst tanggal 25 Mei 2015.
 
Barnabas diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi detail engineering design PLTA Memberamo Papua, Barnabas disangka telah menyalahgunakan wewenang dan merugikan negara Rp36 miliar.
 
Selain itu, Ia juga dijerat dugaan korupsi detail engineering PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Papua dengan kerugian negara Rp9 miliar.
 
Barnabas kini sudah mendekam di rumah tahanan kelas satu, Jakarta Timur sejak Jumat 27 Februari. Dia dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 


(FZN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

8 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /