Harga Anjlok, Perusahaan Sawit Malaysia Agresif Beli Perkebunan

   •    22 Juni 2015 11:31 WIB
kelapa sawit
Harga Anjlok, Perusahaan Sawit Malaysia Agresif Beli Perkebunan
Foto Kelapa Sawit, (ANT, Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Singapura: Felda Global venture Holdings, sebuah perusahaan kelapa sawit di Malaysia, secara agresif membeli kelapa sawit meskipun pasar komoditas ini sedang mengalami penurunan.

Kelapa sawit memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan industri Malaysia. Data memperlihatkan kontribusinya mencapai lima sampai enam persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia. Produk tersebut digunakan Tiongkok dan negara lainnya sebagai bahan memasak yang murah. Ada waktu ketika banyak permintaan dari produk tersebut membuat konsesi karet beralih kepada kelapa sawit. 

Melansir Nikkei, Senin (22/6/2015), permintaan semakin menurun karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat dan ekspor Malaysia yang kehilangan momentumnya. Terbukti, nilai ekspor kepala sawit Malaysia pada Januari sampai April 2015 mengalami penurunan sebesar 20 persen ketimbang setahun sebelumnya.

Sekadar informasi, Felda Global berasosiasi dengan otoritas pengembangan tanah negara federal Pemerintah malaysia terdaftar dalam Bursa Malaysia pada 2012 di mana sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah.

Semenjak Pemerintah Malaysia memposisikan kelapa sawit sebagai pemain penting, ekspansi Felda Global terhadap produk kelapa sawit semakin meningkat. Felda Flobal pada 12 Juni mengumumkan akan mengambil 37 persen kepemilikan dari pemegang konsesi kelapa sawit di Indonesia yakni Eagle High Plantations dengan senilai USD680 juta. Eagle memiliki 4.250 km persegi lahan kelapa sawit yang sekitar 67 persennya  berada di Kalimantan. 

Felda Global akan bertindak sebagai operator  4.500 square km dari lahan kelapa sawit dan berusaha mencari skala ekonomis dari pembelian tersebut. Pada 8 Juni, Felda Global mengumumkan akan membeli saham empat perusahaan  dengan luas lahan 8,4 km persegi dari kompetitornya yakni Golden land dengan senilai 655 juta ringit atau USD175 juta.

Pada awal Mei, Mohd Emir Mavani Abdullah CEO Felda Global mengatakan kepada media lokal bahwa perusahaanya berencana untuk menjual lini bisnis nonutama, termasuk di dalamnya ada agensi perjalanan dan perusahaan real estate dengan fokus kepada usaha kelapa sawitnya.

Pendapatan Felda Global telah telah mengalami penurunan sejalan engan penurunan harga kelapa sawit di dunia internasional. Laba bersih perseroan pada kuartal pertama telah mengalami penurunan sebessar 98 persen ketimbang dengan tahun lalu. Hal yang sama juga dialami pesaingnya dan beberapa pemilik konsesi telah menyerah kepada bisnis kelapa sawit tersebut.

Strategi Felda Global adalah lebih memilih untuk membeli diharga terendah, dan mendapatkan keuntungan ketiga harganya mengalami kenaikan. 

Akan tetapi investor kelihatan tidak terlalu memperhatikan gejala ini. Saham Felda Global pada hari ini jatuh 11,3 persen setelah membeli saham Eagle High dan merupakan titik terendahnya pada tahun ini. (MTVN/Arif W) 




(ABD)

Infografik: Adu Tajam Ronaldo vs Kane

Infografik: Adu Tajam Ronaldo vs Kane

1 hour Ago

Ronaldo dan Kane sama-sama mencetak 43 gol sepanjang 2017. Siapakah yang lebih tajam di antara …

BERITA LAINNYA
Video /