Ahok Ingin Semua Transaksi di Jakarta Gunakan e-Money

Achmad Zulfikar Fazli    •    22 Juni 2015 13:48 WIB
basuki tjahaja purnama
Ahok Ingin Semua Transaksi di Jakarta Gunakan e-Money
Model memperlihatkan varian uang elektonik yang dapat digunakan membayar parkir. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Merayakan ulang tahun DKI Jakarta ke-488, Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama ingin seluruh transaksi di Jakarta tanpa uang tunai. Ia bertekad, akhir tahun ini seluruh TransJakarta menggunakan e-Money.
 
"Kami telah berhasil inkubator di Lenggang Jakarta, PKL (pedagang kaki lima) kami latih semua bertransaksi noncash," kata Ahok saat peresmian kantor cabang Bank Indonesia, Jalan Djuanda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2015).
 
Ahok telah memaksakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak dapat ditarik tunai atau dicairkan secara cash. "Anak SD dua minggu sekali Rp50 ribu, SMA Rp50 ribu seminggu. Kami mau kantin sekolah kalau juga e-money. Uang KJP tidak bisa dicairkan Rp1 pun," tegas dia.
 
Dengan sistem e-money pendataan terhadap orang-orang yang melakukan transaksi mudah dilakukan. Menurut dia, uang tunai menjadi masalah di Jakarta.
 
"Saya sudah tantang Bulog operasi pasar. Pertanyaan saya yang beli beras itu siapa? Dia jawab engga ada datanya. Ini penimbun, spekulan paling suka kaya gitu. Harusnya siapa pun yang beli beras subsidi harus e-money," kata dia.
 
Ahok berambisi seluruh warga di Jakarta memiliki dan menggunakan e-money. Warga dengan tingkat keuangan yang rendah sekalipun harus memiliki tabungan di bank.
 
"Kalau Anda merasa miskin di Jakarta, Anda harus punya buku tabungan di bank. Seluruh bantuan kita kasih di bank," tandas dia.


(FZN)


<i>Jersey</i> Prancis Masih Laris di Moskow

Jersey Prancis Masih Laris di Moskow

4 hours Ago

Perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia telah usai, namun tidak membuat Kota Moskow sepi. Kawasan suv…

BERITA LAINNYA
Video /