Payung Teduh Impikan Konser Berkonsep Maritim

Agustinus Shindu Alpito    •    22 Juni 2015 18:34 WIB
payung teduh
Payung Teduh Impikan Konser Berkonsep Maritim
Vokalis Payung Teduh, Is (Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjadi beda adalah pilihan. Setelah berhasil mencuri perhatian penikmat musik melalui dua album sejak 2010, Payung Teduh terus merealisasikan ide-ide liar dalam isi kepala para personelnya.

Kurang lengkap rasanya jika eksistensi dan popularitas yang sedang direngkuh Payung Teduh tidak bermuara pada sebuah konser.

Mohammad Istiqamah Djamad atau akrab disapa Is, vokalis Payung Teduh, tidak menampik rencana konser. Tetapi, bukan konser biasa yang dia impikan. Payung Teduh memang terlahir beda, begitu juga dengan rencana konser yang mereka impikan.

"Sedang kami pikirkan ide konser yang menantang. Lagi menunggu sponsor, mungkin ada yang mau bantu?" kata Is sebelum menjabarkan idenya, saat ditemui di Jakarta, Senin (22/6/2015),

"Kami ingin ajak Efek Rumah Kaca dan Zeke and The Popo untuk konser dengan kapal. Tajuknya Sisir Kota Pesisir, jadi tiga band ini naik kapal terus singgah di pelabuhan dan main musik. Bisa dari Sumatera ke Jakarta atau Jakarta ke Bali," jelas pria berambut gondrong itu penuh semangat.

Meski baru sebatas angan, Is optimis rencana ini akan terwujud jika ada elaborasi dari berbagai pihak. Terutama sponsor. Konsep ini pun sejalan dengan gagasan Indonesia sebagai negara maritim dan kampanye untuk menjaga laut.

"Kita enggak bisa melindungi laut kalau enggak mengenal laut langsung," kata Is yang berdarah Selayar, Sulawesi, sebuah daerah yang memang akrab dengan laut.

Is bersama Payung Teduh tidak mendambakan konser berkonsep ekstravaganza dengan gagasan serba grande. Justru keintiman antara kehidupan sosial, lingkungan dan musik yang sebenarnya dia impikan.

"Kenapa ingin banget sisir kota pesisir, karena kehidupan pesisir itu unik, keras. Kita mendatangi mereka dan menciptakan atmosfer tersendiri melalui pertunjukan musik. Kayak kota Pangandaran, misalnya. Di sana pasti jarang ada pertunjukan musik. Tetapi ini jangan disebut konser, intimate gig saja," tutup Is.


(ROS)


Video /