Legenda Jakarta

Peran Glodok Belum Bisa Saingi Pecinan di Malaysia dan Singapura

LB Ciputri Hutabarat    •    22 Juni 2015 21:16 WIB
hut jakarta
Peran Glodok Belum Bisa Saingi Pecinan di Malaysia dan Singapura
Warga melintas di Kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Kawasan ini biasanya ramai dikunjungi para warga Tionghoa mereka mencari perlengkapan serta pernak-pernik jelang sepekan menyambut Imlek. (foto: MI/Jhomi Hutapea).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak jaman penjajahan Belanda, Glodok sudah dikenal sebagai kawasan yang didominasi oleh warga keturunan etnis Tionghoa. Sejarah mencatat orang keturunan Tionghoa sudah ada di Batavia sejak 400 tahun yang lalu, sekitar awal abad ke-16. Kala itu terjadi migrasi besar-besaran dari daratan China.

Kepala Satpel UPK Pengawasan dan Penataan Kawasan Kota Tua Jakarta, Bayu, menjelaskan bahwa Glodok pada zaman Belanda dulu sudah menjadi tempat orang kelas II (VIP) atau keturunan China. Banyak kapitan-kapitan Tionghoa yang menetap di sana.

"Mereka ada banyak bantu bangun Batavia waktu itu," ujar Bayu saat ditemui Metrotvnews.com di Kota Tua, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Bayu menjelaskan, saat itu, warga keturunan Tionghoa mau tak mau harus mencari cara untuk bertahan hidup. Sehingga, banyak dari mereka melakukan kegiatan perniagaan yang dilakukan di rumahnya sendiri. Mereka berdagang bahan pokok dan komoditas kebutuhan sehari-hari.

Hal senada diugkapkan CEO Komunitas Histori Indonesia, Asep Kambali. "Glodok itu awalnya bukan pusat perdagangan, itu perkampungan Tionghoa. Tapi karena tinggal di situ ya mereka berdagang," tutur Asep.

Sampai saat ini, Glodok masih dikenal sebagai kawasan perdagangan. Betapa tidak, pusat perdagangan elektronik sampai pasar tradisional masih berjejer di kawasan ini. Sejak zaman Belanda, tak banyak yang berubah dari Glodok, Jalan Kemenangan contohnya.



Jalan Kemenangan dapat kita temui banyak pedagang berketurunan Cina yang membuka lapak. Nuansa oriental sangat terasa dengan adanya lentera merah khas budaya Cina yang tergantung di sepanjang jalan itu. Banyal dari mereka menjual ornamen dan bahan yang berhubungan dengan budaya China seperti kue bulan, alat dupa, dan bumbu dapur khas Negeri Tirai Bambu.

Di Jalan Perniagaan kita juga masih bisa melihat ramainya pasar serba ada. Mulai dari bahan alat tulis dan kantor, kebutuhan pokok sampai toko kelontong berjejer di Jalan Perniagaan dan daerah Asemka. Namun, sangat disayangkan, kawasan ini terlihat kumuh dan kurang terawat.

Parkir liar dan air kali yang dipenuhi sampah masih tampak di sekitaran Jalan Perniagaan itu. Menurut Asep, kondisi Glodok ini seharusnya bisa lebih baik dari sekarang, mengingat banyak bangunan bersejarah di kawasan ini.

"Sekarang, Glodok masih belum bisa menyaingi China Town atau kawasan Pecinan di negara lain kayak Malaysia dan Singapura, masih semrawut. Perlu kontribusi dari pemerintah untuk mengatur rumah dan toko itu," kata dia.

Pemerintah, ia menambahkan, perlu memberikan perhatian lebih ke Glodok. Sebab lokasi Glodok masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan Kota Tua Jakarta, yang notabene menjadi tujuan wisata. Perhatian itu dirasa pas terlebih lagi dengan usia Jakarta yang kini menginjak 488 tahun.

"Ulang tahun ini harus jadi momen introspeksi pemerintah untuk menata. Akarnya Jakarta ya Kota Tua. Kalau Kota Tua saja tidak terurus, apalagi Jakarta. Jadi harus ada perubahan yang signifikan," kata Asep.

Diketahui banyak bangunan berumur tua dan bersejarah di kawasan Glodok ini. Beberapa di antaranya berstatus cagar budaya. Antara lain adalah Vihara Dharma Bakti atau Kelenteng Petak Sembilan yang sudah berdiri lebih dari 200 tahun, Gedung Rumah Keluarga Souw (Gedung Toko Tiga), Candra Naya sebagai cagar budaya yang merupakan bekas tempat tinggal dari keluarga Khouw Tua atau keluarga saudagar asal China yang jaya pada zamannya, dan bangunan bekas rumah petinggi Belanda yang kini menjadi Museum Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).


(ADM)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /