Penyatuan Liga Jadi Tugas Terberat PSSI

- 18 Maret 2013 21:10 wib
Metrotvnews.com/fz
Metrotvnews.com/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepengurusan baru PSSI tidak bisa santai meski Kongres Luar Biasa (KLB) sudah dijalankan dengan sukses, Minggu (17/3). Tugas berat langsung menanti mereka, salah satu pekerjaan rumah terberat ialah pembenahan dualisme liga.

Di dalam KLB, salah satu konsep penyatuan liga ialah menambah peserta kompetisi level teratas menjadi 22 klub. Sebanyak 18 tim akan diambil dari klasemen akhir Indonesia Super League, sedangkan 4 lagi merupakan peserta Indonesian Premier League yang sudah menjadi anggota PSSI, yaitu Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, Persiba Bantul, dan Persijap Jepara.

"Program yang paling utama adalah penanganan liga, terutama soal penentuan empat tim yang akan masuk kompetisi level teratas. Jangan sampai salah karena akan menyebabkan kompetisi level bawah-bawahnya jadi berantakan," ujar pengamat sepak bola Gatot Haryo Sutedjo.

Ia berkaca pada penentuan peserta kompetisi teratas di awal era Djohar Arifin. Ketika itu, Djohar menambah 6 klub peserta dengan alasan semena-mena sehingga tidak menyelesaikan dualisme liga yang terjadi sejak 2010 lalu.

Sedangkan soal friksi-friksi internal, GH Sutedjo berharap sudah tidak terjadi lagi. Enam komite eksekutif (exco), menurutnya, tidak usah walk-out akibat adanya perubahan agenda karena hal itu disetujui oleh 100 voters dan tidak dipermasalahkan oleh FIFA/AFC.

"Kalau soal konflik internal menurut saya sudah selesai. Semua voters sudah sepakat dengan keputusan keputusan itu dan disaksikan FIFA/AFC juga," imbuhnya.

Keenam exco yang walk-out adalah Wakil Ketua Umum Farid Rahman, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso, dan Tuty Dau. Mereka diskors hingga kongres berikutnya, namun keenamnya mengindikasikan untuk tidak menerima keputusan itu karena inkonstitusional.

"Bagi saya keputusan itu di luar agenda KLB. Jadi tidak sah. Yang utama dari KLB adalah empat jadwal semula. Tidak bisa dikurangi atau ditambahkan," ungkap Sihar, menanggapi keputusan KLB 2013, Minggu (17/3) malam.

Kongres berikutnya yang berstatus Kongres Tahunan direncanakan berlangsung 6 Juni 2013. Salah satu agendanya ialah memutuskan sanksi keenam anggota exco tersebut dan mereka tetap diundang dengan status enam exco yang diskors.

"Keenamnya tetap diundang dan di sana (Kongres Tahunan) akan diputuskan oleh voters mereka diterima kembali atau disanksi," kata salah satu anggota exco PSSI yang baru Djamal Aziz. (Asni Harismi)

()

INGGRIS
SPANYOL
ITALIA
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.