Pengacara Pastikan Abraham Samad Hadiri Panggilan Bareskrim

Achmad Zulfikar Fazli    •    24 Juni 2015 10:57 WIB
kpkabraham samad
Pengacara Pastikan Abraham Samad Hadiri Panggilan Bareskrim
Ketua nonaktif KPK Abraham Samad--MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua nonaktif KPK Abraham Samad akan diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus 'rumah kaca'. Kuasa Hukum Abraham Samad, Saor Siagian, memastikan kliennya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim.

"Iya datang, pak Abraham janji berangkat dari sini," kata Saor di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Saor mengaku, hingga saat ini tim kuasa hukum masih belum tahu pemanggilan ini terkait kasus apa. Sebab, dalam surat panggilan tidak dijelaskan kasus yang membelit Ketua nonaktif KPK ini.

Dalam surat panggilan tersebut, lanjut dia, hanya dituliskan Abraham Samad dipanggil sebagai tersangka atas penyalahgunaan wewenang yang diatur dalam Pasal 65 juncto Pasal 30 Undang-Undang Tipikor.

"Cuma kita enggak jelas, karena ini kan masih panggilan, kira-kira siapa tersangkanya, yang kita tahu kalau kita tanya ke AS, selama ini dia tidak mengerti," ujar dia.

Namun, dia menduga pemanggilan ini terkait dengan keterangan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait kasus 'rumah kaca' di Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu. "Tidak meraba-raba apakah ini. Cuma kan Hasto pernah rajin kemana-mana. Dugaan saya sih itu," kata dia.

Saor berkilah tak tahu sejak kapan kliennya tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. "Kita enggak tahu itu (kapan penetapan tersangkanya," tandas dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, M Yusuf Sahide, melaporkan adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh Abraham Samad saat menjabat sebagai Ketua KPK, 22 Januari silam, ke Mabes Polri.

Berdasarkan laporan dalam surat pengaduan bernomor LP/75/I/2015/Bareskrim yang dilayangkan pada Jumat 22 Januari 2015, Yusuf menyebut Abraham Samad menjanjikan kemudahan perkara hukum yang tengah disidik KPK berkaitan dengan Emir Moeis.

Laporan ini berbekal dua saksi, yakni Plt Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan pengacaranya, serta tulisan berjudul 'Rumah Kaca Abraham Samad' di sebuah blog.

Hasto Kristiyanto mengaku sudah bertemu Samad sebanyak enam kali. Di pertemuan awal, Hasto mengaku kaget. Itu karena Samad mengatakan berkat dirinya hukuman seorang kader PDI Perjuangan yang terjerat kasus korupsi relatif ringan. Diduga yang dimaksud Samad adalah Emir Moeis yang divonis tiga tahun penjara.

"Ada saksi hidup yang menyertai saya. (Mendengar pernyataan Samad itu) ada kekagetan dalam diri saya," kata Hasto kepada Metro TV, Kamis 22 Januari lalu.


(MBM)