Kejagung Rahasiakan Eksekusi Mati Serge

Dheri Agriesta    •    24 Juni 2015 18:51 WIB
eksekusi mati
Kejagung Rahasiakan Eksekusi Mati Serge
HM Prasetyo. Foto: Ismar Patrizki/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo mengapresiasi putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan terpidana mati asal Prancis Serge Atlaoui. Prasetyo juga menuturkan Presiden Joko Widodo menghargai putusan PTUN.  

"Responsnya ya kita menghargai putusan pengadilan. Kita apresiasi lah bahwa putusan pengadilan menjadi acuan kita lah," kata HM Prasetyo di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).

Terkait pelaksanaan eksekusi terhadap Serge, Prasetyo masih merasahasiakan. Dia enggan mengungkapkan waktu eksekusi, meski upaya hukum Serge sudah ditolak pengadilan.

"Pokoknya nanti pada saatnya kita kasih tahulah," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana menuturkan eksekusi terhadap Serge tidak dalam waktu dekat. Yang pasti, kata dia, eksekusi akan dilakukan setelah lebaran. 

"Untuk pelaksanaan eksekusinya, kami bisa pastikan tidak dalam waktu dekat, tidak dalam bulan Ramadan ini. Menurut Anda, wise (bijak) tidak mengeksekusi di bulan Ramadan? Enggak kan? Ya kita tunggulah setelah bulan puasa ini ya," kata Tony Spontana.

Diberitakan, majelis hakim PTUN menolak gugatan Serge. Serge mengajukan perlawanan setelah permohonan grasinya ditolak Presiden Joko Widodo.

Ketua Majelis Hakim Ujang Abdullah dalam putusannya menegaskan tetap mempertahankan SK Presiden No 71/G/2015 yang berisi penolakan permohonan grasi Serge.

"Majelis menolak perlawanan gugatan pelawan dan mengatakan ketetapan Nomor 71/G/ 2015 dipertahankan," ucap Ujang di PTUN Jakarta, Senin (22/6/2015)

Serge Areski Atlaoui ditangkap pada 11 November 2005. Dia terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu di Cikande, Tangerang. Dari pabrik itu petugas menyita 138,6 kilogram sabu-sabu, 290 kilogram ketamine dan 316 drum prekusor.

Pada 2006, Serge divonis seumur hidup oleh PN Tangerang. Pengadilan Tinggi Banten tak mengubah vonis Serge, saat suami Sabine Atlaoui itu mengajukan banding pada 2007. Di tahun yang sama Serge mengajukan kasasi. Tapi Mahkamah Agung justru memvonis mati Serge. Presiden Joko Widodo juga menolak grasi Serge melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 35/G tahun 2014.

Serge mengajukan perlawanan terhadap keputusan Presiden Joko Widodo soal grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara di saat terakhir menjelang eksekusi. Dia mendaftarkan perlawanannya pada menit-menit terakhir batas waktu pengajuan pada Kamis 23 April, pukul 16.00 WIB.


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /