KPK Ingatkan Pejabat Wajib Curigai Setiap Pemberian Hadiah

Suci Sedya Utami    •    25 Juni 2015 05:01 WIB
gratifikasi
KPK Ingatkan Pejabat Wajib Curigai Setiap Pemberian Hadiah
Lambang KPK. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki mengingatkan para pejabat pemerintah agar selalu menaruh curiga pada setiap pemberian hadiah dalam bentuk apapun. Ruki mengatakan, pejabat pemerintah harus bisa menaksir makna di setiap pemberian.

"Karena pasti ada maksud dibalik setiap pemberian, kita harus bisa menilai apakah pemberian itu berhubungan dengan jabatan atau tidak," kata Ruki di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2015).

Pasalnya, kata dia, bisa jadi melalui pemberian tersebut menjadi alat bagi pemberi untuk memanfaatkan posisi atau jabatan si penerima. Jika benar, itu masuk dalam hitungan gratifikasi.

Ruki lantas bercerita bercerita saat dirinya melepas jabatan sebagai Komisaris Utama PT Bank Jabar. Dia diberikan sebuah kenang-kenangan berupa cincin berbatu safir. Namun, karena masuk dalam Pimpinan KPK, dia sadar untuk melaporkan pemberian tersebut pada negara. Rupanya, pemberian tersebut masuk dalam kategori gratifikasi karena bernilai Rp1 juta.

"Pemberian ini jadi milik negara, saya berfikir sayang sekali apa saya enggak bisa miliki? Kalau mau jadi hak milik saya harus tebus Rp1 juta. Sempat terlintas juga, kok Bank Jabar memberikan hadiah yang nilainya cuma Rp1 juta ya," tutur Ruki dibumbui tawa canda.

Lain lagi halnya dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo yang ketika itu menjadi komisaris di PT Bank Tabungan Negara (BTN). Ruki mengatakan, Wamenkeu mendapat kenang-kenangan jam tangan senilai Rp75 juta. Ternyata sama, hadiah itu dianggap sebagai gratifikasi karena ada hubungannya dengan jabatan yang diembannya. Pemberian tersebut otomatis tidak dapat diterima dan menjadi milik negara.

Lebih lanjut, jika saja dirinya atau Mardiasmo tidak sedang menjabat di posisi yang tinggi, pasti pemberian yang diberikan tidak akan bernilai fantastik. Di sinilah, jelas Ruki, yang dinamakan konflik kepentingan. "Jadi the root of corruption (akar korupsi) karena adanya konflik kepentingan," pungkas dia.


(OGI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /