Kabareskirm Tegaskan Raden Priyono Lakukan Penyimpangan

Mufti Sholih    •    25 Juni 2015 16:20 WIB
korupsi migas
Kabareskirm Tegaskan Raden Priyono Lakukan Penyimpangan
Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso di Kantor Presiden----Metrotvnews.com/Desi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso menjelaskan kasus korupsi jual beli kondensat milik negara yang dilakukan BP Migas dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) terjadi dalam pelaksanaan kebijakan. Sebab, dalam rapat terkait PT TPPI yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan arahan yang benar.

"Saat itu mungkin Wapres JK memimpin rapat, hasil rapat itu sebenarnya kebijakannya benar, tetapi ada proses pelaksanaannya yang tidak benar," kata Budi Waseso di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).

Budi menerangkan, temuan penyidik Bareskrim menunjukkan ada pelanggaran terhadap hasil rapat. Hal itu nampak jelas dari sejumlah bukti yang dimiliki Barekrim.

"Seperti Sri Mulyani (Menteri Keuangan saat itu), kan memberikan petunjuk bahwa sistem pembayaran harus demikian, itu tidak dilaksanakan juga oleh pelaksana," jelas Budi.

Budi menegaskan pelaku korupsi adalah dua petinggi BP Migas yang sudah menjadi tersangka. Mereka adalah mantan Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas Djoko Harsono, dan mantan Kepala BP Migas periode 2008-2013 Raden Priyono.

"DH, RP itu melakukan penyimpangan, itu membuat kebijakan sendiri," tegas dia.

Terseretnya nama Sri dan JK bermula dari adanya rapat yang dilakukan pemerintah pada 21 Mei 2008. Rapat dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rapat berisi tentang penyelamatan PT TPPI yang kondisi keuangannya sudah sekarat. Karena itu, pemerintah kemudian memberikan proyek kepada perusahaan tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kemudian menerbitkan surat Nomor 85/MK/02/2009 tentang permohonan persetujuan tata cara pembayaran kondensat yang harus dilakukan PT TPPU. Namun sebelum surat itu terbit, Raden Priyono selaku Kepala BP Migas sudah menerbitkan surat kepada PT TPPI dengan Nomor 011 tanggal 12 Januari 2009 tentang penunjukkan langsung BP Migas kepada PT TPPI sebagai penjual kondensat negara.

Proses penjualan kondensat ini disebut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edi Simanjuntak tidak didasarkan mekanisme lelang terbatas terlebih dahulu.

Raden Priyono diduga melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.


(TII)

Reaksi Netizen Usai Timnas U-16 Bungkam Thailand
Timnas Indonesia U-16

Reaksi Netizen Usai Timnas U-16 Bungkam Thailand

1 hour Ago

Meski meraih kemenangan, Indonesia masih mendapat beberapa catatan kelemahan dari netizen. Menu…

BERITA LAINNYA
Video /