Legislator Ini Dukung Kebijakan Penghapusan Pajak Penghasilan Rp36 Juta/Tahun

Angga Bratadharma    •    26 Juni 2015 15:53 WIB
pajak
Legislator Ini Dukung Kebijakan Penghapusan Pajak Penghasilan Rp36 Juta/Tahun
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ecky Awal Muharram (pojok kanan) (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Muharram mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Rencana kenaikan ini diperkirakan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, PTKP merupakan batas minimal penghasilan wajib pajak orang pribadi yang tidak dikenai Pajak Penghasilan (PPh), yang termuat dalam Pasal 21. Dengan kebijakan ini maka besaran PTKP wajib pajak orang pribadi naik dari Rp24,3 juta menjadi Rp36 juta per tahunnya

Menurut Ecky, setidaknya terdapat dua alasan mengapa kebijakan tersebut patut didukung. Pertama, kebijakan ini dapat menggenjot perekonomian Indonesia yang sedang lesu.

"Di tengah perlambatan ekonomi, yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan fiskal ekspansif baik itu subsidi, pemotongan pajak, maupun cash transfer," ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Sehingga, Ecky berharap, dengan kenaikan PTKP maka daya beli rumah tangga akan meningkat sehingga menggenjot konsumsi, dan berdampak pada sektor riil bisa bergairah kembali.

Alasan kedua, tambahnya, efek distribusi dari kebijakan ini akan berpihak kepada masyarakat kecil atau wong cilik. Pemerintah, menurutnya, sudah melakukan tindakan yang sudah seharusnya untuk mengurangi pajak masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Sudah seharusnya pajak yang dikurangi adalah pajaknya masyarakat berpenghasilan rendah, bukan pajaknya orang kaya. Pemerintah harus konsisten dengan janji Nawa Cita-nya di mana salah satunya adalah memperkecil gini ratio atau kesenjangan," ujarnya.

Meskipun demikian, Ecky tetap mengingatkan pemerintah untuk tetap hati-hati dalam menentukan kebijakan fiskalnya yang bersifat ekspansif ini. Yang paling penting, menurutnya, pemerintah harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pemasukan yang jelas keberpihakannya.

"Namun demikian, pemerintah tetap harus berhati-hati. Jangan terlalu jor-joran dalam kebijkan ekspansi fiskalnya sehingga defisit membengkak. Pemerintah harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pemasukan. Dan tentu saja yang paling penting adalah harus pandai dalam menentukan prioritas serta jelas keberpihakannya," tutup Ecky.


(ABD)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

6 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /