Aksi Teror di Prancis

Saksi Sebut Gedung Bergetar saat Serangan di Prancis Terjadi

Fajar Nugraha    •    26 Juni 2015 17:18 WIB
teror di prancis
Saksi Sebut Gedung Bergetar saat Serangan di Prancis Terjadi
Pabrik Air Product di Grenoble (Foto: Mirror)

Metrotvnews.com, Grenoble: Aksi penyerangan yang melanda sebuah pabrik di Prancis menyisakan ketakutan dari saksi mata. Mereka mengaku serangan yang disertai ledakan itu membuat bangunan bergetar.

Serangan ini terjadi di pabrik Air Product di Grenoble. Dua orang yang membawa bendera Islamic State (ISIS) tiba-tiba merangsek masuk dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan. Seorang pria ditemukan terpenggal dan kepalanya diletakkan di pagar pabrik tersebut.

Seorang pekerja di gedung yang berada di depan pabrik tersebut mengaku merasakan getaran.

"Perusahaan kami berada di depan pabrik Air Product dan ledakan itu membuat seluruh bangunan kami bergetar," ujar perempuan yang diketahui bernama Sylvie, seperti dikutip IBTimes, Jumat (26/6/2015).

"Tidak ada kerusakan, tetapi semua benda berpindah tempat. Saya berada di kursi dan tengah menelpon klien ketika ledakan terjadi," lanjutnya.

Sylvie mengonfirmasi bahwa pihak berwenang belum menyarankan agar wilayah lokasi kejadian untuk tidak didekati.

"Pihak keamanan belum datang dan memerintahkan apa yang harus kami lakukan. Saya harap kami tidak terkena imbas ledakan gas," lanjutnya.

Diketahui kejadian ini diawali laporan adanya dua orang yang melakukan serangan ke pabrik yang terletak di Saint Quentin Fallavier, Grenoble. Serangan berlangsung pada pukul 10.00 pagi dan satu orang dilaporkan tewas.

Jika terkonfirmasi kalau ini adalah serangan teror, maka ini menjadi serangan terbesar kedua yang melanda Prancis selama 2015.

Sebelumnya 17 orang tewas dalam serangan di kantor tabloid satir Charlie Hebdo Januari 2015 lalu.


(FJR)