Takut Dimarahi Bos, Komar Ogah Gunakan Sopir Tembak

Deny Irwanto    •    26 Juni 2015 17:31 WIB
angkot
Takut Dimarahi Bos, Komar <i>Ogah</i> Gunakan Sopir Tembak
Ilustrasi angkot--Metrotvnews.com/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sopir tembak kerap dimanfaatkan jasanya untuk menarik penumpang oleh sopir utama. Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Komar, 48.

Sopir angkutan kota 36 jurusan Pasar Minggu-Jagakarsa ini tidak berani menggunakan jasa sopir tembak. Alasannya, pemilik angkot melarang penggunaan jasa itu.

"Saya tidak pernah pakai sopir tembak. Kata bos kalau capek pulang saja," ungkap Komar kepada Metrotvnews.com di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2015).

Pria asal Karawang itu menuturkan tidak ingin terkena masalah jika menggunakan sopir tembak. Apalagi sampai berujung masalah, seperti kasus pemerkosaan sopir tembak angkutan umum DO1 jurusan Ciputat-Kebayoran.

"Kalau begitu (seperti kejadian di D01) repot urusannya, angkot juga ditahan kan jadi gak bisa narik. Saya mah ikutin kata bos saja," papar pria yang menekuni profesi sopir selama lima tahun ini.

Keberadaan sopir tembak kembali mencoreng keamanan di angkot. Pada 19 Juni lalu, penumpang angkot NA diperkosa di dalam angkutan umum. Kejadian bermula saat korban menyetop angkot D01 jurusan Ciputat-Kebayoran. Saat itu NA ingin pulang dari kawasan Gandaria City menuju kediamannya di kawasan Pasar Rebo, pukul 22.30 WIB.

Kebetulan, angkot bernomor polisi B 1403 VTX saat itu kosong penumpang. Korban duduk persis di sebelah sopir (DA). Korban curiga saat angkot yang ditumpanginya balik arah ke kawasan Ranco, Jakarta Selatan. Dalam perjalanan itu, DA mengancam korban dengan pisau dan memaksa mau melayani nafsu bejat pelaku.

Di bawah ancaman pisau, DA membawa NA ke Taman Tanjung di sekitar Jalan TB Simatupang pukul 00.30. Di sana pelaku melancarkan aksi bejatnya. Polres Jakarta Selatan membekuk DA. Pelaku adalah sopir tembak angkutan umum D01.


(YDH)