Aksi Teror di Prancis

PM Prancis Peringatkan Ancaman Serangan Baru

Fajar Nugraha    •    27 Juni 2015 14:54 WIB
teror di prancis
PM Prancis Peringatkan Ancaman Serangan Baru
Polisi Prancis berjaga di lokasi kejadian (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, negara dihadapkan pada ancaman baru teror. Menurutnya ancaman itu selalu dekat.

Setelah serangan mengerikan di pabrik gas Air Product, Valls memperingatkan ancaman masih akan terus datang. Dia melihat serangan di Prancis akan menciptakan ketegangan dan membuat komunitas Muslim di negara tereksploitasi.

"Sulit bagi sebuah masyarakat hidup bertahun-tahun di bawah ancaman serangan," ujar PM Valls, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/6/2015).

"Pertanyaannya saat ini bukanlah apakah akan ada lagi serangan? Tetapi kapan serangan itu terjadi?" lanjutnya.

Serangan yang terjadi Saint-Quentin-Fallavier di Grenoble, dilakukan oleh Yassin Salhi. Dirinya turut menyulut bom di pabrik Air Product tersebut.

Pria berusia 35 tahun itu tidak hanya melakukan serangan, tetapi juga memenggal atasannya. Potongan kepala korban yang berusia 54 tahun itu digantung di pagar pabrik Air Product.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengakui bahwa Yassin diselidiki atas radikalisasi dan memiliki hubungan dengan kelompok Salafi. Penyelidikan terhadapnya dilakukan sembilan tahun lalu.

Namun Cazeneuve menambahkan, penyelidikan tidak diperbaharui hingga 2008. Dia tidak memiliki catatan kriminal.
 


(FJR)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /