Pembunuhan di Bali

Darah di Kamar Margriet Identik dengan Angeline

Arnoldus Dhae    •    29 Juni 2015 08:46 WIB
penemuan jenazah angeline
Darah di Kamar Margriet Identik dengan Angeline
Warga memadati prosesi pemakaman Angeline di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmor, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa 16 Juni 2015. MI/Khoirul Hamdani

Metrotvnews.com, Bali: Margriet Christina Megawe diduga memberikan keterangan bohong. Dia mengatakan darah berceceran di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali, berasal dari kucing yang terluka di bagian kepala dan telinga karena umurnya sudah tua.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Heri Wiyanto menjelaskan, penyidik tidak menemukan ada kucing yang terluka saat olah tempat kejadian perkara di kediaman Margriet pada 26 Juni.

"Penyidik tidak melihat ada kucing yang terluka di TKP," kata Heri di Denpasar, Senin (29/6/2015).

Beberapa ekor anjing semuanya terlihat sehat. Sementara ayam-ayam milik Margriet sebagian besar sudah diselamatkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Bali. Menurutnya, pengakuan darah kucing sudah terbantahkan. Darah di kamar tidur Margriet adalah darah Angeline.

Kuasa Hukum tersangka kasus pembunuhan Angeline Agustinus Tai, Haposan Sihombing menjelaskan, Tim Inafis yang olah tempat kejadian perkara telah melakukan Sidik Jari Laten (SJL) yang ada di lantai, tempat penemuan bercak darah itu.

Hasil DNA bercak darah yang ditemukan di dalam kamar tidur Margriet identik dengan Angeline. Haposan juga berkali-kali mempersoalkan lubang yang digali oleh Agus atas perintah Margriet.

Apabila galian tersebut untuk menampung sampah dan kotoran ayam, kenapa saat lubang itu ditutup Margriet tidak menegur atau mempertanyakan ke Agus. Saat Angeline hilang semestinya lubang yang ditutup menjadi pertanyaan bagi Margriet.

"Galian ini merupakan petunjuk bagi penyidik jika Margriet sudah merencanakan pembunuhan tersebut," ujarnya.

Haposan kembali mengisahkan jika dari BAP Agustinus Tai diketahui bahwa Agus bukan pelakunya. Agus hanya disuruh menguburkan jenazah Angeline. Agus menolak perintah untuk memperkosa mayat Angeline.

Margriet mengancam akan melaporkan Agus ke polisi jika menolak mengubur jasad Angeline. Namun, dia menjanjikan Agus upah Rp200 juta jika melaksanakan perintah tersebut.

"Kami belum berpikir untuk mengubah pasal-pasal yang akan menjerat Agus, karena dia memang ikut membantu menguburkan Angeline," ujarnya.


(TRK)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

4 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /