Guncang IHSG, Sentimen Psikologi Pasar Lebih Berbahaya

Dian Ihsan Siregar    •    29 Juni 2015 15:23 WIB
ihsg
Guncang IHSG, Sentimen Psikologi Pasar Lebih Berbahaya
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Bos Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui sentimen psikologi pasar lebih mengguncang gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apalagi, kinerja IHSG saat ini berada di bawah level 5.000.

Tak pelak, kondisi IHSG yang berada di bawah level 5.000 membuat Direktur Utama BEI Tito Sulistio angkat bicara. Menurut dia, tren penurunan indeks di bawah 5.000 sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

"Buat saya psychology effect lebih menakutkan, dari pada dampak real penurunan indeks tersebut," ungkap Tito, ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Meski terjadi penurunan, Tito mempertegas, kinerja keuangan dan fundamental emiten masih cukup baik. Perusahaan Indonesia juga masih banyak yang meraih kinerja bagus di awal tahun ini.

Selain itu, isu ketidakpastian penyelesaian utang Yunani, menurut dia, hanya lebih bersifat politis. Sehingga tidak menjadi sentimen negatif yang permanen.

"Yunani ada unsur politis, unsur politis tidak bisa diprediksi. Kalau kita lihat dari kacamata makroekonominya," tutup dia.

Seperti diketahui, pada Senin siang IHSG merosot 57,04 poin atau setara 1,2 persen ke posisi 4.865. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga jeblok 10,52 poin ke 831. Serta indeks JII turun 7,16 poin ke 651. Seluruh sektor masih terpantau melemah, di mana sektor perkebunan menjadi sektor yang merosot paling dalam sebesar 49,52 poin atau setara 2,4 persen.


(AHL)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /