Istri Suroso Tak Tahu Saat Menginap di London Dibayari Innospec

Renatha Swasty    •    29 Juni 2015 18:25 WIB
suap
Istri Suroso Tak Tahu Saat Menginap di London Dibayari Innospec
Terdakwa kasus dugaan suap pengadaan zat tambahan bahan bakar tetraethyl lead (TEL) pada 2004 dan 2005 Suroso Atmomartoyo menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/6)--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Siti Yulianti, istri mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo mengaku, tidak tahu, perjalanannya ke London, Inggris, pada tahun 2005 dibiayai PT Octel Innospec. Ia menyebut, segala urusan diselesaikan suaminya.

Ia membeberkan pada tahun 2005, dirinya, Suroso serta anak perempuannya pergi ke London. Kepergiannya itu untuk mengantarkan anak perempuannya sekolah homestay.

"EF menawarkan siapa yang bersedia homestay, kebetulan anak saya mau, kata suami saya silakan. Karena dia anak perempuan satu-satunya jadi kita temenin," beber Siti saat bersaksi buat terdakwa Direktur PT Soegih Interjaya Willy Sebastian Lim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Karena ingin menemani, lantas Suroso membayar biaya perjalanan anak serta dua orangtua langsung pada EF. Kata Siti, pihak lembaga kursus lah yang memproses perjalanan tersebut.

"Setahu saya membayar lewat EF. Dia yang bayar melalui EF. Suami saya bayar ke sana," lanjut Siti.

Namun, ketika diminta memperlihatkan bukti pembayaran tiket pesawat, Siti mengaku sudah tidak ada. "Kemarin waktu bapak tanya lagi ke EF, mereka sudah hilang filenya karena sudah lama," jelas dia.

Selama tinggal di London, ia dan suami berpisah dari anaknya karena tinggal di hotel berbeda. Siti mengaku lupa dan tidak mengetahui harga hotel tempat ia menginap.

"Check in, check out saya di lobi. Saya duduk saja enggak tahu," tambah dia.

Dalam kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menunjukkan invoice dari Hotel Radisson Edwardian May Fair London tempat keduanya menginap. Dalam keterangan disebut, segala pembayaran dibebankan pada PT Octel Innospec.

Terkait adanya invoice itu, jaksa menanyakan pada Siti. Tapi ia mengaku tidak tahu. "Saya tidak mengerti," ujar Siti.

Dalam dakwaan diketahui, Willy dan Direktur PT SI Muhammad Syakir bertemu dengan Direktur Pengolahan Suroso Atmomartoyo. Pertemuan dilakukan untuk membahas perpanjangan pembelian TEL oleh PT Pertamina kepada Octel Innospec melalui agen tunggal TEL di Indonesia.

Di kesempatan itu, PT SI meminta perubahan harga sebesar USD11,000 per metrik ton. Suroso menyetujui asal ia diberikan uang USD500 per metrik ton.

Pihak Innospec menyetujui asal pembelian sampai dengan akhir tahun 2004 sejumlah total 450 metrik ton. Akhirnya disepakati pembelian TEL sebanyak 446,4 metrok ton dengan harga USD10,750.

Sesuai perjanjian, pihak Innospec yakni David P Turner selaku sales and marketing Director of The Associated Octel Company Limited, Paul Jennings dan Dennis J Kerisson selaku CEO of Octel, Miltos Papachristos selaku Regional Sales Director for Octel lantas memberikan duit sejumlah USD190 ribu melalui Willy dan Syakir.

Suroso juga mendapatkan fasilitas menginap selama di London di Hotel Radisson Edwardian May Fair London sejumlah 889,16 Puondsterling yang merupakan hadiah dari David Peter Turner, Paul Jennings, Dennis J. Kerisson dan Miltos Papachritos melalui Willy Sebastian Lim dan Muhammad Syakir terkait proses pengadaan dan pembelian TEL pada PT Pertamina.


(MBM)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

12 hours Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /