Darah Tinggi Kumat, Antasari Azhar Dilarikan ke Rumah Sakit

Yogi Bayu Aji    •    30 Juni 2015 05:25 WIB
antasari azhar
Darah Tinggi Kumat, Antasari Azhar Dilarikan ke Rumah Sakit
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mengunjungi Antasari Azhar di Rumah Sakit Omni. Foto: dok.DKPP.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dilarikan ke di Rumah Sakit Omni Internasional dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten. Terpidana perkara pembunuhan terhadap pengusaha bernama Nasruddin Zulkarnaen itu mengalami tekanan darah tinggi.

Antasari diketahui menginap ke rumah sakit yang beralamat di Jalan Alam Sutra Boulevard, Tangerang Selatan, Banten, sejak Sabtu 27 Juni 2015. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menjadi salah satu kolega yang sempat menjenguk dia pada Senin 29 Juni 2015.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu itu mendapatkan kabar dari salah satu teman Antasari bahwa dia sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Lantaran kenal, Jimly merasa perlu untuk menjenguknya.

“Saya dan Pak Antasari ini teman. Apalagi kami satu kampung, saya merasa perlu untuk bersilaturahim,” kata Jimly dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (30/6/2015).

Jimly menjelaskan, Antasari mengalami kenaikan tekanan darah tinggi dan gula darah. Jimly pun berusaha menghibur sekaligus memintanya bersabar sampai dia bisa menikmati kebebasan.

“Kita doakan mudah-mudahan proses pemulihannya berhasil dalam waktu cepat dan bisa kembali menjalankan aktivitasnya terutama selama bulan Ramadhan,” ujar Jimly.

Guru Besar ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu juga merasa prihatin terhadap kondisi KPK. Dia menilai Antasari dikriminalisasi dalam kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen.

“Kita butuh KPK efektif bekerja, kalau pun  ada kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki, tetapi tidak dengan cara mengorbankan pimpinan KPK seperti Antasari dan Abraham Samad,” pungkas dia.

Antasari diketahui sedang menjadi masa hukuman 18 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Dia dianggap terbukti melakukan pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.

Antasari sempat mengajukan peninjauan kembali karena merasa dikriminalisasi. Namun Mahkamah Agung menolak mengabulkan PK Antasari pada 13 Februari 2012 silam.


(DRI)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

12 hours Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /