Fit and Proper Test Sutiyoso Berlangsung Tertutup

Surya Perkasa    •    30 Juni 2015 15:10 WIB
bin
<i>Fit and Proper Test</i> Sutiyoso Berlangsung Tertutup
Sutiyoso jalani uji kelayakan dan kepatutan----Ant/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso berlangsung tertutup. Proses ujian hanya dibuka untuk umum pada bagian pemaparan masalah dan penyampaian visi.

Uji kelayakan dan kepatutan mantan Gubernur DKI Jakarta yang dilakukan Komisi I DPR ini berlangsung sejak pukul 11.15 WIB. Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

"Rapat dengar pendapat ini dalam rangka pemberian pertimbangan kepada Presiden terkait calon Kepala BIN. Sebagaimana amanat Pasal 36 UU 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara," kata Mahfudz dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Fit and proper test untuk memberikan pertimbangan terkait Kepala BIN yang baru kali ini dilakukan akan membahas seluruh visi misi dan pendalaman untuk program yang diusung Sutiyoso. Selain pertama kali dilakukan untuk Kepala BIN, fit and proper test ini juga ditanggapi secara antusias oleh publik.

"Karena calon KaBIN sesuai UU 17 2011, maka kami tidak memilih satu nama yang diajukan, tapi memberikan pertimbangan. Kami akan sampaikan layak atau tidak, tepat atau tidak. Itu yang jadi bunyi pertimbangan kami," jelas politikus PKS ini.

Saat menanyakan mekanisme rapat yang akan dipakai, politikus PDIP Effendi Simbolon meminta proses fit and proper test dibuat tertutup untuk pendalaman. "Saya menyarankan untuk pendalaman, karena ini terkait dengan program intelijen, saya minta dibuat tertutup," kata Effendi.

Sutiyoso juga meminta hal yang sama. Dia meminta uji kelayakan berlangsung secara tertutup mulai dari pemaparan misi hingga pendalaman. "Ada dua bab, visi bisa terbuka. Misi dan program, saya mohon untuk tertutup," pinta mantan Ketua Umum PKPI ini.

"Visi 15 menit secara terbuka, dan misi-program secara tertutup," kata Mahfudz sembari mengetok palu dan mempersilahkan Sutiyoso memaparkan visinya.


(TII)