Stabilkan Harga Bawang Merah, Pemerintah Beli Langsung dari Petani

Sobih AW Adnan    •    30 Juni 2015 19:37 WIB
sembako
Stabilkan Harga Bawang Merah, Pemerintah Beli Langsung dari Petani
Petani panen bawang merah di Cirebon, Metrotvnews.com/ Sobih Abdul Wahid

Metrotvnews.com, Cirebon: Seperti telah menjadi tradisi bahwa kenaikan dan anjloknya harga komoditas pertanian, termasuk bawang merah, kerap dipengaruhi oleh masa panen. Ketika memasuki masa-masa panen, harga akan terjun bebas bahkan ke titik paling rendah. Sesudah itu, harga merangkak naik karena keberadaannya yang mulai jarang di pasaran.
 
“Untuk itu kami lakukan beberapa strategi guna menstabilkan harga bawang merah, di antaranya adalah dengan membeli langsung dari petani untuk memangkas rantai pasok, serta membuat sistem penyimpanan yang baik untuk menjaga pasar,” ujar Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, usai melakukan panen di Desa Jatiseeng Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/6/2015).
 
Soal harga bawang merah yang menyentuh angka tertinggi Rp36 ribu per kilogram, Amran menjelaskan itu terjadi karena rantai pasokan cukup panjang dari petani ke konsumen. Lantaran itu, pemerintah akan memangkasnya. Sehingga harga akan berada di batas kewajaran namun di sisi lain tidak akan berdamak kerugian bagi petani.
 
“Petani di sini (Cirebon) saja mengatakan ada sebanyak 3 rantai pasok, di kota ada 4 karena ada yang namanya bandar. Maka pemerintah memutus rantai pasok dengan melibatkan bulog serta dinas pertanian dan perdagangan. Caranya dengan membeli hasil panen secara langsung dari petani kemudian didistribusikan ke pasar,” jelas Amran.

Sementara untuk mengusahakan kesejahteraan bagi petani, Amran mengaku, pihaknya bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Dinas Pertanian dan Perdagangan di daerah akan membeli hasil panen secara langsung dari para petani dengan mengangkat harga yang ditetapkan di awalnya.
 
“Jadi di Bima kemarin harga Rp6 ribu, kami angkat jadi Rp8 ribu. Lalu yang Rp9 ribu sekarang dijadikan Rp10 ribu. Kami angkat supaya petani tidak rugi,” tegas Amran.
 
Semua strategi yang sedang dilakukan tersebut, menurut Amran harus dilakukan secara total dan keseluruhan. Hingga hari ini, Amran mengaku terus melakukan antisipasi termasuk inspeksi mendadak (sidak) pasar dan gudang pasokan.
 
“Upaya pemerintah cepat selesaikan, melihat dari hulu ke hilir, pendekatannya tidak boleh sepenggal-penggal. Ini akan selesai dengan pembenahan dari mulai tanamnya, panennya sampai tata niaga lalu dari produsen ke konsumen,” pungkas Amran.
(RRN)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /