Golden Energy Mines Beri Utang USD30 Juta ke ACEV

Dian Ihsan Siregar    •    03 Juli 2015 14:37 WIB
golden energy mines
Golden Energy Mines Beri Utang USD30 Juta ke ACEV
Ilustrasi -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) bersama Asian Coal Energy Ventures Limited (ACEV) dam ASM Administration Limited (ASMAL) telah menandatangani facility agreement pada 2 Juli 2015.

"Perseroan akan memberikan pinjaman kepada ACEV sebesar USD30 juta, bentuk pinjaman ini merupakan facility agreement," kata Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin SH, seperti mengutip laporannya di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/7/2015).

Sudin menyebutkan, facility agreement kali ini memiliki jangka waktu tiga bulan atau dapat diperpanjang sampai dengan enam bulan sejak penarikan dana dengan persetujuan perseroan. Suku bunga yang didapatkan oleh ACEV sebesar 10 persen per tahun tambah LIBOR.

Tujuan penggunaan pinjaman ini, menurut Sudin, untuk digunakan ACEV dalam mengakuisisi saham yang telah diterbitkan oleh Asia Resource Minerals PLC yang belum dimiliki oleh ACEV.

Jaminan saham ini untuk kepentingan perseroan yang dimiliki oleh ASMAL berupa 10 persen dari keseluruhan jumlah saham yang telah diterbitkan oleh ACEV pada saat penandatanganan facility agreement ini, dan selama jangka waktu facility agreement ini.

"Untuk hak opsi, perseroan berhak menurut kebijakannya sendiri untuk menukar sebagian atau seluruh nilai terutang atas facility agreement ini yang merujuk pada persetujuan dari panel pengambilalihan dan penggabungan di Inggris. Para pihak akan bernegosiasi dengan itikad baik mengenai formula dan mekanisme atas pelaksanaan hak opsi tersebut, jika perseroan memutuskan untuk melaksanakan hak opsi atas sebagian nilai terutang, maka jumlah saham yang dapat ditukar kepada perseroan bersifat prorata," tuturnya.

Sekadar informasi, Golden Energy Mines perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan hasil tambang dan jasa pertambangan. Pada 13 Maret 1997 Perseroan didirikan dengan nama PT Bumi Kencana Eka Sakti yang kemudian berubah nama menjadi PT Golden Energy Mines Tbk pada 16 November 2010.

Pada 17 November 2011, Perseroan menjadi perusahaan publik dan tercatat di papa utama Bursa Efek Indonesia. Melalui Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) tersebut, Perseroan memperoleh dana sebesar Rp2,205 triliun. Dalam IPO tersebut, GMR Coal Resources Pte. Ltd. (sebelumnya bernama GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd.) ("GMR"), yang merupakan anak perusahaan GMR Group, sebuah kelompok usaha infrastruktur terkemuka di India menjadi investor strategis Perseroan dengan memegang/memiliki 30 persen saham dari seluruh modal yang disetor dan ditempatkan oleh Perseroan.


(AHL)

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions
Jelang Undian Babak 16-Besar Liga Champions

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions

1 day Ago

Juventus berpeluang bertemu dengan salah satu dari lima klub Inggris.…

BERITA LAINNYA
Video /